Mohon tunggu...
Noer Ashari
Noer Ashari Mohon Tunggu... Operator - Operator Sekolah

Mengungkapkan Keresahan Melalui Tulisan

Selanjutnya

Tutup

Parenting Pilihan

Kemandirian Bukanlah Pilihan, Melainkan Keharusan

5 September 2024   14:09 Diperbarui: 5 September 2024   14:17 144
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pernah kepikiran nggak sih? Kalau kemandirian itu sebenarnya pilihan atau keharusan? Apakah kita bisa hidup dengan santai-santai saja dan bergantung dengan orang lain? 

Sayang sekali, nyatanya kemandirian itu bukanlah pilihan, tapi itu adalah keharusan. 

Kenapa? Karena kemandirian membantu kita untuk tumbuh dan berkembang jadi pribadi yang kuat. Saat kita mandiri, kita jadi lebih mampu menghadapi berbagai tantangan hidup, lebih percaya diri, dan tentunya lebih siap dalam segala macam situasi yang datang. Tanpa kemandirian, kita mungkin akan terus bergantung dengan orang lain dan kesulitan untuk maju dan berkembang.

Pentingnya Kemandirian Sejak Dini

Orang tua dan lingkungan memiliki peran penting dalam membentuk kemandirian anak. Mulai dari hal-hal kecil seperti membiarkan anak mencoba pakai baju sendiri, merapikan mainan, atau mengambil makanannya sendiri. Mungkin kelihatannya sepele, tapi dari situ anak belajar untuk tidak selalu mengandalkan orang lain. Orang tua yang memberi kesempatan pada anak untuk melakukan sesuatu dengan sendiri meskipun hasilnya belum sempurna justru sedang membantu anak belajar untuk mandiri. Selain orang tua, lingkungan juga tidak kalah penting. Kalau anak tumbuh di lingkungan yang mendukung mereka untuk mencoba hal-hal baru dan tidak takut untuk gagal, mereka akan lebih berani dan percaya diri.

Banyak dampak positifnya jika anak diajarkan mandiri sejak dini. Anak yang diajarkan mandiri sejak kecil cenderung punya rasa percaya diri yang lebih kuat karena mereka terbiasa mengambil keputusan sendiri dan melihat hasil dari usaha mereka. Mereka juga lebih jago dalam mengatasi masalah karena sudah terbiasa mencari solusi sendiri daripada langsung minta bantuan. Dan yang tidak kalah penting, mereka jadi lebih bertanggung jawab karena tahu kalau ada hal-hal yang memang harus mereka selesaikan sendiri. Dengan kata lain, kemandirian membuat anak-anak kita siap menghadapi kehidupan dengan lebih tangguh dan mandiri. 

Kekeliruan Tentang Kemandirian

Banyak orang masih punya stereotip keliru soal kemandirian, seolah-olah ini hanya keterampilan yang perlu dimiliki oleh satu gender tertentu. Misalnya, ada anggapan kalau anak perempuan harus lebih mandiri dalam urusan rumah tangga seperti memasak atau membersihkan rumah, sementara anak laki-laki cukup mandiri di luar rumah, seperti bekerja atau memperbaiki barang. Padahal, kemandirian itu tidak mengenal gender. Baik anak laki-laki maupun perempuan perlu diajarkan untuk bisa mengurus diri sendiri dan melakukan berbagai tugas rumah tangga maupun tanggung jawab lainnya.

Di sekitar lingkungan kita, kita sering lihat contoh-contoh kekeliruan ini. Misalnya, ketika anak laki-laki dibiarkan tidak tau cara masak atau cuci piring karena dianggap itu "pekerjaan perempuan," atau sebaliknya, ketika anak perempuan tidak didorong untuk belajar memperbaiki barang atau mengeksplorasi hal-hal teknis karena dianggap "pekerjaan laki-laki." Hal-hal seperti ini membuat anak-anak tumbuh dengan batasan yang tidak perlu, padahal seharusnya mereka bebas belajar apa saja dan menjadi mandiri di semua aspek kehidupan. Kalau kita terus-terusan berpikir kemandirian itu hanya untuk satu gender, kita justru membatasi potensi mereka untuk berkembang sepenuhnya.

Ada banyak keterampilan hidup dasar yang penting untuk diajarkan sejak dini agar anak-anak bisa jadi lebih mandiri. Misalnya, belajar memasak makanan sederhana. Nggak perlu masak yang ribet-ribet, mulai saja dari goreng telur atau masak mi instan. Selain itu, mengatur keuangan juga penting, ajarkan mereka untuk menabung dari uang jajan atau uang thr lebaran dan lain-lain, agar mereka mengerti nilai uang dan cara menggunakannya dengan bijak. Disamping itu, merawat diri juga tidak kalah penting. Ajarkan anak untuk menjaga kebersihan diri, seperti menyikat gigi dua kali sehari, mandi dengan bersih, atau merapikan tempat tidur sendiri.

Melatih kemandirian bisa dimulai dengan hal-hal sederhana. Misalnya, ajak anak untuk ikut belanja ke pasar atau supermarket, agar mereka belajar cara memilih barang dan mengelola uang. Beri mereka tanggung jawab kecil di rumah, seperti menyapu, mencuci piring, atau merapikan kamar tidur. Jangan lupa beri pujian ketika mereka berhasil melakukannya dengan baik, supaya mereka merasa dihargai dan semakin semangat untuk mandiri. Bagi anak yang sudah beranjak dewasa, bisa mulai dengan ajak mereka ikut mengatur jadwal kegiatan sendiri atau urus-urusan sekolah sendiri, agar mereka belajar bertanggung jawab atas waktu dan tugas-tugas mereka. Intinya, kasih kesempatan untuk mereka belajar dan mencoba sendiri, jangan terlalu sering diambil alih. Dengan begitu, mereka akan terbiasa dan semakin percaya diri untuk melakukan banyak hal sendiri.

Kemandirian itu bukan pilihan, tapi memang keharusan dalam hidup. Dari pembahasan tadi, kita sudah lihat betapa pentingnya kemandirian untuk perkembangan seseorang, mulai dari anak-anak hingga remaja. Orang tua dan lingkungan punya peran besar dalam membentuk kemandirian ini, dan kemandirian sendiri tidak boleh dibatasi oleh stereotip gender yang salah kaprah. Semua anak, baik laki-laki maupun perempuan, perlu belajar keterampilan hidup dasar seperti memasak, mengatur keuangan, dan merawat diri agar mereka siap menghadapi masa depan dengan tanggung jawab dan percaya diri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Parenting Selengkapnya
Lihat Parenting Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun