Mohon tunggu...
Nikolaus Anggal
Nikolaus Anggal Mohon Tunggu... Dosen - Hidup adalah perjuangan

Hidup adalah perjuangan

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Mewujudkan Kehendak Tuhan dalam Impian Kita

14 September 2024   10:46 Diperbarui: 14 September 2024   10:52 11
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Setiap orang memiliki impian yang indah menjadi kenyataan dalam realitas perjalanan kehidupannya. Untuk mewujudkan impian itu, strategi yang tepat, keyakinan yang kokoh kuat dan  perlu penyangkalan diri, memikul salib penderitaan dan berjalan bersama serta menyatu dengan Tuhan agar impian kita bisa kita lakukan sehingga berubah menjadi kenyataan baik untuk kehidupan kita maupun untuk kehidupan keluarga serta orang lain di sekitar kita.

Dalam perjalanan mencapai impian atau tujuan, tidak selalu berjalan mulus dan tanpa hambatan. Terkadang, kita menghadapi berbagai rintangan yang mungkin membuat kita ingin menyerah. Ketika itu terjadi, penting bagi kita untuk memiliki sikap pantang menyerah dan terus mencari solusi untuk mengatasi hambatan yang kita hadapi serta membiarkan Tuhan menyatu dengan hati dan hidup kita untuk menopang kita dalam melewati ritangan dan tantangan demi mewujudkan impian kita sesuai dengan rencana dan kehendak Tuhan.

Dengan melihat hambatan sebagai tantangan yang harus dihadapi untuk menguji kemurnian impian yang selaras dengan kehendak Tuhan, kita akan menjadi lebih kuat dan lebih siap menghadapi perjalanan menuju tujuan kita. Jadi, tidak peduli seberapa banyak hambatan yang kita hadapi, penting untuk tetap memiliki sikap pantang menyerah dan mencari solusi untuk mengatasi rintangan secara kreatif dan inovatif dan mengandalkan Tuhan. Biar Tuhan Mengatasi segalah perkara.

Ketika kita menyadari bahwa mimpi kita harus diuji, kita dapat bersikap lebih baik terhadap ujian tersebut dan sikap positif sangat penting untuk mewujudkan mimpi kita itu. Kita akan melihat mimpi yang diberikan Tuhan terpenuhi dalam hidup kita secara nyata kalau kita bertahan melewati masa-masa sulit. Kegigihan dan ketekunan dalam Tuhan membuat kita menang. Kita seperti Yakub yang bergumul dengan Tuhan, menolak untuk menyerah sampai kita menerima berkat Tuhan. Kehendak Tuhan melalui para Leluhur atau orang suci lainnya, tidak terwujud dalam semalam. Butuh waktu bertahun-tahun untuk menguji, membentuk, dan memurnikan.

Karena Tuhan memberikan mimpinya kepada orang yang siap menyakal diri, siap memikul salib dan memngkuti Dia dalam seluruh hidupnya. Tuhan membutuhkan perhatian penuh cintah kita seperti dia mencintai kita tanpa syarat.. Ujian dan cobaan yang kita alami bukan dimaksudkan untuk mematahkan semangat kita -- melainkan untuk mendekatkan kita kepada Tuhan.  Tanpa Dia, kita tidak dapat melakukan apa pun. Menguji mimpi kita membantu kita mengingat akan kesungguhan impian kita dalam Tuhan..

Yesus diutus Bapa-Nya ke dunia bukan untuk menyenangkan dan memuaskan keinginan manusia. Itu sebabnya Yesus melarang murid-murid-Nya memberitahu orang lain bahwa Dia adalah Mesias. Selain karena orang harus menemukan hal itu secara pribadi dan menghayati pentingnya bersandar pada Tuhan dalam realitas kehidupan ini. Yesus berkata bahwa menjadi murid Tuhan berarti menyangkal diri, memikul salib, dan mengikut Tuhan (Mrk. 8:34).

Ikut Tuhan berarti memilih untuk melakukan atau mengatakan apa yang diperintahkan Tuhan. Pertanyaan Yesus kepada para muridnya dan juga bertanya kepada kita "Tetapi apa katamu siapakah Aku ini? Yesus menghendaki suatu jawaban kita masing-masing berdasarkan penghayatan yang mengungkapkan pentingnya Yesus Tuhan bagi kehidupan kita dalam mewujudkan mimpi-mimpi kita dalam realitas kehidupan kita saat ini sesuai dengan kehendak Tuhan. Suatu jawaban iman yang mampu menghayati Kristus yang menderita karena mencintai Allah dan manusia untuk menebus dosa-dosa kita dalam perjuangan mewujudkan kehendak Tuhan dalam impian kita. Amin.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun