Nama: Nikodemus Sangap Situmorang
NIM: 2013031022
Garam adalah senyawa yang dapat terbentuk dari reaksi antara asam dan basa. Berdasarkan jenis asam dan basa pembentuknya garam dikelompokkan menjadi empat yaitu:
- garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat, sifat dari garam ini adalah netral berarti pH-nya sama dengan 7, contoh garamnya adalah NaCl. Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat ini tidak terhidrolisis karena kalau asam/basanya berasal dari yang kuat tidak bisa terhidrolisis.
- garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah, garam ini bersifat asam yang artinya memiliki ph kurang dari 7, contohnya adalah NH4Cl. Garam ini terhidrolisis sebagian atau terhidrolisis parsial.
- garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat, garam ini bersifat basa berarti ph-nya besar dari 7, contohnya adalah KCN dan garam ini juga terhidrolisis sebagian atau parsial.
- garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah, sifat dari garam ini bisa bersifat asam atau basa tergantung dari nilai ka dan kb-nya, contohnya adalah CH3COONH4 dan garam ini terhidrolisis total.
Bagaimana reaksi hidrolisis dari keempat jenis garam ini lalu mengapa ada garam yang tidak terhidrolisis ada yang terhidrolisis parsial atau sebagian dan ada yang terhidrolisis total. nah sebelum kita bahas kita pahami dulu apa yang dimaksud dengan hidrolisis garam, hidrolisis garam adalah penguraian garam oleh air sehingga menghasilkan ion-ion di mana ion yang berasal dari asam lemah atau basa lemah bereaksi dengan H2O menghasilkan ion h+ atau ion OH-. dari pengertian ini dapat kita ketahui bahwa garam dapat terhidrolisis jika mengandung ion yang berasal dari asam lemah atau basa lemah. Untuk membedakan mana ion yang berasal dari asam lemak atau basa lemah dengan yang berasal dari asam kuat atau basa kuat Kita hafalkan yang berasal dari asam kuat dan basa kuat.
asam kuat: Cl-, Br-, I-, NO3-, SO4 2-, Â ClO3- dan ClO4-.
basa kuat: Â li+, Na+, K+, Rb+, Cs+, Ca2+, Sr2+ dan Ba2+
Selaian ion dari asam kuat dan basa kuat tersebut maka termasuk asam dan basa lemah
asam lemah: Â F-, PO4 3-, NO2- dan CN-
basa lemah: NH4+, Be2+, Al3+
Adapun contoh reaksi dari ke 4 hidrolisis garam adalah
- Garam Dari Basa Kuat dan Asam Kuat
Contoh: NaCl
Reaksi Pembentukan: HCl + NaOH → NaCl + H2O
Reaksi ionisasi: HCl + NaOH → NaCl + H2O
Reaksi Hidrolisis:   Na+ + H2O → tidak terhidrolisis karena berasal dari basa kuat NaOH
 Cl-  + H2O → tidak terhidrolisis karena berasal dari asam kuat HCl
- Garam Dari Asam Kuat dan Basa Lemah
Contoh: NH4Cl
Reaksi Pembentukan: HCl + NH4OH → NH4Cl + H2O
Reaksi ionisasi: NH4Cl  → NH4+ + Cl-
Reaksi Hidrolisis:  NH4+ + H2O ↔ NH4OH + H+
Cl-  + H2O → tidak terhidrolisis karena berasal dari asam kuat HCl
- Garam Dari Asam Kuat dan Basa Lemah
Contoh: KCN
Reaksi Pembentukan: KCN + KOH → KCN + H2O
Reaksi ionisasi: KCN  → K+ + CN-
Reaksi Hidrolisis:  K+  + H2O → tidak terhidrolisis karena berasal dari basa kuat KOH
CN- + H2O ↔ HCN + OH-
- Garam Dari Asam Lemah dan Basa Lemah
Contoh: CH3COONH4
Reaksi Pembentukan: CH3COOH + NH4OH → CH3COONH4 + H2O
Reaksi ionisasi: CH3COONH4  → CH3COO- + NH4+
Reaksi Hidrolisis:  CH3COO- + H2O → CH3COOH + OH-
NH4+ + H2O → NH4OH + H+
Setelah mempelajari jenis jenis dari hidrolisis garam, sifat hidrolisis garam dan contoh reaksi dari hidrolisis garam, lalu kita akan membahas mengenai cara penentuan pH larutan garam
- Menentukan pH Larutan Garam Asam Kuat + Basa Kuat
Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat garam ini bersifat netral, jika bersifat netral berarti tidak perlu mencari pH-nya, karena pH untuk garam netral sama dengan 7.
Contoh garamnya adalah KCL. kemudian yang kedua
- Menentukan pH Larutan Garam Asam Kuat + Basa Lemah
garam ini bersifat asam berarti memiliki ph kurang dari 7, kemudian untuk menentukan nilai ph-nya bisa menggunakan rumus:
Kw = tetapan kesetimbangan air, nilainya 10^-14
[G] = konsentrasi larutan garam
x = jumlah ion lemah
- Menentukan pH Larutan Garam Asam Lemah + Basa Kuat
Garam ini bersifat basa artinya memiliki ph besar dari 7, untuk menentukan nilai pH-nya bisa menggunakan persamaan:
Kw = tetapan kesetimbangan air, nilainya 10^-14
[G] = konsentrasi larutan garam
x = jumlah ion lemah
contoh garam yang bersifat basa adalah CH3COONa
- Menentukan pH Larutan Garam Asam Lemah + Basa Lemah
garam ini sifatnya tergantung dari nilai Ka dan nilai Kb. Jika nilai ka lebih besar daripada nilai kb  maka garam akan bersifat asam, sebaliknya jika Ka-nya lebih kecil dari nilai Kb maka akan bersifat basa, sedangkan jika nilai Ka sama dengan nilai Kb maka garam akan bersifat netral. Untuk menentukan nilai ph-nya bisa menggunakan rumus:
Contoh dari garam ini adalah NH4F
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H