Mohon tunggu...
Niki Saraswati
Niki Saraswati Mohon Tunggu... Desainer - Jatuh cinta pada Bhinneka Tunggal Ika, "menyintai perdamaian"

Berbahagia dengan belajar agar setiap ilmu menyinari kegelapan pikiran.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Eksistensi Sang Sukma Dijelaskan dengan Bahasa Ilmiah

2 April 2022   19:48 Diperbarui: 9 April 2022   15:58 308
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Selain itu, roh ini adalah bagian dari Tuhan Semesta Alam.   

Roh ini yang cerdas dan kekal, karena benda materi bisa mubazir dan hanyalah wadah sementara daripada si Roh. Karena ia kekal, dia mengenal dan mengetahui peristiwa di masa lampau dan masa depan wala dia hidup sekarang dalam kekinian.   

Saya tidak memakai bahasa agama karena saya memperkenalkan bahasa ilmiah yaitu Supersimetri, biarlah para pembaca mencari keselarasan atas penjelasan saya dan mengkaitkannya dengan bahasa agama.   

Bahwa kita harus meyakini yang dikatakan agama, sukma atau roh atau atma itu eksis.  

Bagaimana memperbaiki nasib? Jangan menghabisi muatan positif dari pada roh kita karena perbuatan yang tidak baik, sedangkan mereka yang kurang beruntung atau kurang bermuatan roh positif, harus bisa bersabar dan berlapang dada untuk tetap berbuat baik. Bila familiar dengan bahasa bateri, ambil contoh adalah bateri handphone, apa yang bermuatan ion positif di bateri ialah yang menyalurkan daya listrik pada handphone anda. Apabila ion positif telah habis, perlu bateri di-charge ulang.  

Terimakasih!  
 

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun