Mohon tunggu...
Niken Satyawati
Niken Satyawati Mohon Tunggu... Jurnalis - Ibu biasa

Ibu 4 anak, tinggal di Solo. Memimpikan SEMUA anak Indonesia mendapat pendidikan layak: bisa sekolah dan kuliah dengan murah. Berharap semua warga Indonesia mendapat penghidupan layak: jaminan sosial dan kesehatan. TANPA KECUALI. Karena begitulah amanat Undang Undang Dasar 1945.

Selanjutnya

Tutup

Otomotif

Suzuki Let's, Motor Retro-Injeksi Pertama di Indonesia

25 Oktober 2012   08:21 Diperbarui: 24 Juni 2015   22:24 2408
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption id="attachment_219864" align="aligncenter" width="636" caption="Performa sepeda motor Suzuki Lets"][/caption]

Tak mau kalah dengan Honda dan Yamaha yang mengeluarkan produk bernuansa retro, pabrikan sepeda motor Suzuki mengeluarkan produk baru yaitu Suzuki Let's. Berdasarkan rumor yang beredar, Suzuki Lets baru akan diluncurkan  pada 30 Oktober 2012 pada acara media launching yang digelar di tengah-tengah ajang Jakarta Motorcycle  Show (JMS) 2012. Namun sepeda motor varian terbaru Suzuki ini dalam unit terbatas sudah dipajang sejak pertengahan Oktober di dealer-dealer.Dan mungkin saya adalah pembeli Suzuki Let's yang pertama di Indonesia. Sebab begitu turun dari truk, satu di antara dua unit motor yang akan dipajang di dealer seorang kawan, saya bawa pulang.

Melihat penampilannya yang modis dan sekaligus sporty,  dengan mesin 4 tak, 113 cc, Suzuki Let's memang mengekor Honda dan Yamaha yang lebih dulu mengeluarkan motor model retro yaitu Honda Scoopy dan Mio Fino. Namun Suzuki Let's bisa dibilang sedikit lebih unggul karena sudah mengusung teknologi injeksi, sementara kedua pendahulunya belum.

Sadar akan Undang-Undang Lalu- Lintas yang mengharuskan pengendara motor menyalakan lampu depan, Suzuki Let's dibekali dengan automatic head-light on, lampu depan yang langsung menyala otomatis begitu mesin dihidupkan. Sementara lampu belakangnya unik, mirip yang ada di Hayabusa 1300 R, motor gede dari Suzuki.

Secara umum Let's ditawarkan dalam dua kelompok dari segi warna dan stripnya.  Ada kelompok Sporty dengan tiga pilihan warna yakni Sporty Sparkling Green (hijau), Sporty Cool Blue (biru) dan Sporty Active Red (merah). Ada kelompok  Premium dengan warna-warna lebih lembut dan metalik, yaitu Metro White (putih), Premium Spicy Pink (merah muda), Premium Prestige Black (hitam).  Untuk kelompok Sporty, di daerah Solo motor ini dijual Rp 14,75 juta. Untuk kelompok Premium, motor ini dijual lebih mahal yaitu Rp 14,95 juta on the road. Biasanyasih harga motor di daerah dan di Jakarta terpaut sekitar Rp 1 jutaan, lebih murah bila beli di Jakarta. Saya sendiri suka penampilan dan juga sensasi  saat mengendarai Suzuki Lets ini. Dibanding saat mengendarai motor jenis skutik lainnya, mengendarai Suzuki Let's terasa lebih halus. Saat jalanan terjal, motor mampu meredam guncangan lebih baik dibanding skutik-skutik lain yang pernah saya kendarai. Dan yang jelas, teknologi injeksi ini tentu menarik karena irit bensin, berarti irit duit. Walau dari sisi kekuatan bodi Suzuki Let's tak kalah dengan motor lain, namun jujur saja khusus pengaman knalpotnya terkesan ringkih. Bila bersenggolan dengan motor/benda keras lain, saya khawatir pengaman knalpot pada Suzuki Let's ini akan kalah. Bisa pecah, atau malah putus dari sambungannya. Walau demikian, secara umum membeli Suzuki Let's tidak membuat saya kecewa.

[caption id="attachment_219869" align="aligncenter" width="544" caption="Pamer motor baru"]

13511523002014488812
13511523002014488812
[/caption]
1351152370797706614
1351152370797706614

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Otomotif Selengkapnya
Lihat Otomotif Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun