Beberapa waktu yang  lalu saya jalan-jalan ke Taman Bungkul untuk menikmati CFD di tempat itu. Tak terlalu pagi-pagi sekali saya ke sananya. Nyantai aja.  Saya ke sana ketika jam sudah menunjukan pukul  07.00 wib. Muter-muter di area itu sambil sesekali berhenti untuk menyaksikan beberapa kelompok musik patrol yang sedang tampil. Setelah itu saya berjalan ke arah jalan Ciliwung. Saya ingin melihat-lihat pedagang yang menggelar dagangannya di sana.
Ia mengaku akan segera pulang jika dagangannya habis meski belum jam sepuluh. Tapi kalau dagangannya masih ada sedangkan jam sudah menunjukan pukul 10.00 wib, mau tak mau ia harus segera pergi karena jalanan di sekitar situ harus bersih dan akan dibuka lagi pada jam tersebut.
Usai makan es potong saya berjalan ke arah Masjid Al Falah. Niatnya, saya ingin membeli Gado-gado yang ada di depan masjid itu. Sebelum menyeberang ke arah masjid, mata saya tiba-tiba saja menangkap penampakan bunga yang lagi nge-hits di sosmed saat ini. Di depan Perpustakaan Bank Indonesia, jalan Taman Mayangkara, ada bunga Tabebuya putih yang sedang bermekaran. Meski tak lebat, tapi masih ada bunga-bunganya di ranting. Akhirnya saya ke arah parkiran sejenak untuk memotretnya.
"Di sini cuma Tabebuya putih ini aja. Kalau pengen liat yang warna pink kayak yang ada di sosmed-sosmed itu, bisa ke jalan Pahlawan aja mbak," kata tukang parkir yang ada di tempat itu menjelaskan ke saya tentang bunga Tabebuya yang ada di wilayah parkirnya itu.
Pedagang Gado-gadonya bernama Pak Faqih. Di depan gerobaknya ada spanduk bertuliskan Gado-gado Goyang Rasa. Ia mengaku asli Lamongan dan tinggal di daerah Pulo Wonokromo saat ini. Setiap hari ia berjualan di tempat ini dari jam 06.30-16.00 wib. Â
"Kalau Jumat libur. Tempat ini jadi tempat parkirnya jamaah yang Jumatan," terangnya sembari memotong lontong di atas kertas pembungkus makanan yang saya pesan.
Gado-gado Surabaya sedikit beda dengan Gado-gado yang pernah saya makan di Jakarta. Di pedagang yang pernah saya beli dulu, kalau saya beli gado-gado, pedagangnya baru membuat bumbu kacangnya yang di uleg di cobek. Kalau di Surabaya, bumbu saus kacangnya sudah siap di panci tinggal menuang / siram saja. Jadi kacang tanah yang sudah di goreng tersebut di blender dengan bawang putih dan cabe merah besar. Setelah itu direbus dengan santan. Kemudian diberi tambahan tepung. Ada yang tepung beras. Ada juga yang kanji. Sehingga penampakan saus kacangnya sedikit mengental. Â