Mohon tunggu...
Nida Nabighah Qurrataayun
Nida Nabighah Qurrataayun Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi UIN Antasari Banjarmasin

Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Angkatan 2020.

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Konselor Siap Perangi Pengaruh Medsos Bagi Kesehatan Mental Remaja

16 Juni 2023   12:12 Diperbarui: 16 Juni 2023   12:19 256
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dewasa ini, permasalahan terkait media sosial masih menjadi berita yang selalu diperbincangakan, terlebih masalah media sosial yang dikaitkan dengan isu kesehatan mental remaja. Meski media sosial memiliki dampak positif yaitu sebagai sarana berinteraksi yang baru serta dapat meningkatkan kreatifitas dan lain sebagainya, media sosial juga memiliki dampak negatif sehingga membahayakan bagi kesehatan mental remaja.  

Dilansir dari Narasi Tv, berdasarkan pernyataan Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) yang melakukan riset pada tahun 2022 kepada kelompok remaja yang berusia 10-17 tahun.  Sebanyak 2,45 Juta remaja Indonesia mengalami gangguan jiwa. Ini bukanlah nilai yang sedikit, parahnya lagi yang tertimpa adalah remaja. 2,45 Juta jiwa yang artinya sekitar 5,5% atau 1 dari 20 remaja Indonesia mengalami gangguan kesehatan mental.

Jika dikaitkan dengan media sosial, permasalahan ini sangat relevan. Penggunaan media sosial yang berlebih dapat berdampak buruk pada tubuh serta merusak pola tidur, “Semakin banyak media sosial yang dikonsumsi oleh dewasa muda, semakin besar kemungkinan mereka melaporkan depresi atau kecemasan” ujar konsultan kesehatan perilaku di Abington-Jefferson Health, Steafanie Lopacinski.  

Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan banyaknya informasi yang masuk kedalam pikiran remaja setiap harinya. Dari media sosial mereka melihat teman-teman sebayanya yang membagikan aktivitas liburannya, gaya hidup yang mewah, berlibur keluar negeri dan lain sebagainya. Ini dapat menjadikan remaja yang melihat akan membanding-bandingkan hidupnya dengan orang yang dilihatnya dimedia sosial. Standar atau ukuran baru yang terkadang belum siap mereka terima yang akhirnya menimbulkan permasalahan bagi dirinya sendiri dan menimbulkan kecemasan jika tidak dapat menjangkau standar yang ada.

Seperti yang disampaikan oleh dr. Amirah Ellyza Wahdi, MSPH., Peneliti Pusat Kesehatan Reproduksi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gajah Mada (UGM) mengatakan bahwa 2,45 Juta remaja Indonesia memiliki satu gangguan mental dalam 12 bulan terakhir pada 12/12/2022. Gangguan kecemasan adalah masalah kesehatan mental yang paling umum dialami oleh remaja Indonesia. Masalah tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, dimulai dari genetik, sistem saraf, keluarga, hingga lingkungan sekitar. Beliau mengungkapkan bahwa kecemasan itu jika dirangkum adalah kegagalan seseorang untuk mengendalikan rasa cemasnya, untuk hal yang sebenarnya tidak perlu dicemaskan.

Tidak hanya masalah kecemasan yang ditimbulkan akibat pengaruh media sosial, masalah kecanduan terhadap media sosial juga menjadi pemicu gangguan kesehatan mental. Di lansir dari Time Of India, Kamis (27/02/2023) mengutip dari sumber berita Liputan6, bahwa beberapa tanda dan gejala terhadap penggunaan media sosial yang dapat diketahui diantaranya adalah selalu membicarakan dan memikirkan tentang media sosial, selalu menggunakan media sosial dan tidak memperhatikan hal penting lainnya dalam hidup, selalu menunda tugas penting dan memilih bermain media sosial, merasa stress dan tidak bersamangat jika tidak menggunakan media sosial, selalu berbohong mengenai waktu yang mereka habiskan untuk media sosial, dan belum bisa mengurangi waktu yang mereka habiskan di media sosial.

Sejalan dengan peringatan yang disampaikan oleh Psikolog Lathifah Utami, sumber dari artikel Antaranews.com. Dirinya mengingatkan untuk menggunakan internet secukupnya, lantaran penggunaan internet/media sosial dapat mempengaruhi pola tidur, emosi, hingga kesehatan mental yang terganggu. Hal ini disebabkan karena banyaknya konten negatif yang di lihat dimedia sosial yang pada akhirnya secara tidak langsung akan berdampak pada psikologis. Isu terkait kekerasan, kejahatan, flexing, atau berita bencana dapat menimbulkan kekhawatiran dan kecemasan.

Selain dampak psikologis secara tidak langsung pakar juga mengungkapkan dampak negatif yang dapat dirasakan secara langsung akibat media sosial pada kesehatan mental remaja yang dikutip dari sumber berita bicara fakta Tempo.co (15/05/2023). Direktur medis psikologi terintegritasi Universitas Columbia, dr. Ryan Sultan di New York mengatakan bahwa dirinya melihat secara langsung dampak negatif dari media sosial pada remaja sekarang. Dirinya mengungkapkan pada Fox News bahwa hampir setiap orang tua dan remaja pasiennya mengalami kesulitan mengelola media sosial, penggunaan media sosial dapat memperburuk citra diri, meningkatkan perundungan, mengganggu tidur, dan secara umum mempengaruhi kesehatan mentalnya.

Berdasarkan beberapa riset yang didapat dari para ahli seperti yang disebutkan diatas, rasanya seperti dibanjiri oleh fakta bahwasanya tidak dapat dipungkiri lagi jika media sosial dapat berdampak buruk pada kesehatan mental, khususnya bagi para remaja.

Jika sama-sama kita pikirkan lebih jauh kedepan permasalahan ini bukanlah permasalahan yang dianggap enteng, karena hal ini menyangkut masa depan remaja kita sebagai penerus keluarga dan penerus bangsa nantinya. Permasalahan ini tentunya menjadi tantangan bagi seorang konselor, karena kegiatan konseling tidak lepas kaitannya dengan suatu masalah, tidak terkecuali dengan isu kesehatan mental. Maka dari itu seorang konselor memiliki peran untuk membantu mengatasi gangguan kesehatan mental khusunya bagi para remaja. Hal yang dapat dilakukan bagi konselor terhadap remaja dengan gangguan kesehatan mental adalah dengan menolong mereka untuk dapat memperoleh dukungan sosial dan memberikan mereka pemahaman mengenai dampak dari penggunaan media sosial.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun