Keberadaan pedagang Ubi Cilembu, baik dengan cara  marketing keliling ataupun berada dalam satu lapak menetap,  telah menyebar nyaris se-nusantara. Mereka tetap beratasnamakan 'Ubi Cilembu'. Persoalannya,  apa yang mereka jual itu,  'benar' Ubi Cilembu atau hanya 'Mengatasnamakan' Ubi Cilembu saja.
Menurut  Drs. Hadie Guna, MM. MBA,  Ketua Asosiasi Agrobisnis Ubi Cilembu (Asaguci) persoalan tadi tak bakal lepas dari Indikasi Geografis (IG). Suatu tanda  menirukan asal suatu barang  yang terjadi secara alami atau dengan bantuan manusia atau substitusi. Dengan IG akan muncul reputasi. Dalam hal ini,  bisa kualitas atau keistimewaan.
Dikatakan Hadie, Â untuk Ubi Sumedang Cilembu, sebenarnya telah sertifikasi. Setelah turun dari Kementrian Hukum sertifikat Indikasi Geografis (IG) pada tahun 2013. Artinya, Â Ubi Sumedang Cilembu telah sertifikasi dimiliki oleh komunal 4 kecamatan di sekitar Cilembu. Â Yaitu, Pamulihan, Â Tanjungsari, Â Rancakalong dan Kecamatan Sukasari.
Luas areal tanaman Ubi Cilembu di 4 kecamatan itu sebagaimana yang didaptarkan ke Kemehumkam,  kata Hadie,  berkisar pada 462,03.hektar. luasan itu dalam kelolaan sekitar 581 petani. Adapun varietas ubi yang ditentukan secara komunal  meliputi varietas Nirkum,  Eno dan Rancing.
Lebih jauhnya Hadie menjelaskan bahwa Indikasi Geografis akan membedakan kualitas Ubi Cilembu dan yang bukan Ubi Cilembu. Ketika Ubi Cilembu yang bersertifikat keluaran komunal di 4 kecamatan tadi, Â akan banyak perbedaan misal dalam jenis ubi ovenannya." Ubi bersertifikat setelah dioven akan terus keluar glukosanya. Sedangkan yang bukan ubi bersertifikat setelah dioven bisa saja membata ( Sunda, Â bageugeug). " kata Hadie.
Berangkat dari reputasi Ubi Cilembu yang asli itu, kata Hadie lagi, Â perlu adanya perlindungan., " Nah, Â siapa yang melindungi? Â Ya komunal, Â asosiasi itu. Alhamdulillah, Â sekarang Ubi Cilembu telah bersertifikasi dimiliki oleh petani di 4 kecamatan tadi" kilahnya. Â ( Tang )
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H