Putusan Pra Peradilan BG yang telah diputuskan kemarin membawa duka bagi kebanyakan orang yang pro terhadap anti korupsi. Tidak hanya membawa duka, tetapi juga memberikan spirit demotivasi untuk merubah negara ini menjadi lebih baik.
Teriak terhadap hakim yang memutuskan juga bukan menjadi jawaban, melempar telur busuk kepada Presiden terpilih karena "sikapnya yang tidak tegas", ehm..itu bukan solusi, lalu bagaimana membuat masa depan cerah yaitu masa depan yang sangat minim korupsi, dan kalau bisa korupsi tidak ada sama sekali di bumi Indonesia.
Mungkin, saatnya perempuan tidak lagi diam dan hanya berbicara dibelakang publik bahwa perempuan tidak suka dengan korupsi, tapi sudah mulai mengeluarkan suara, suara yang lantang dan berkata bahwa kami perempuan ingin Indonesia lebih baik dengan tidak membiarkan pasangan atau kamu laki-laki tidak lagi melakukan korupsi.
Gerakan perempuan anti korupsi - bergerak kecil tapi berdampak besar, ketika perempuan mulai kritis terhadap uang masuk dalam keluarga, perempuan dapat memulai dengan diri untuk mulai hidup sesuai dengan apa yang ada, mengelola keuangan dan berbagi informasi terkait jahatnya jika melakukan korupsi. Kemiskinan, ketidakadaan keuangan yang cukup atau kebutuhan yang berlebihan bukan alasan untuk perempuan mendorong seseorang melakukan korupsi atau perempuan sendiri melakukan korupsi.
Tanamkan nilai jahat bagi pelaku korupsi akan memberikan nilai kehati-hatian dalam mengelola keuangan. Tingkatkan integritas, bahwa hidup itu harus bersih. Tidak perlu menuntut sesuatu yang tidak ada, tapi perencanaan masa depan dengan sistem menabung akan menjadi kunci kesuksesan hidup. Terus berbicara hal positif terhadap kejujuran dan terus berteriak bahwa hanya tikus yang korup bukan manusia.
Sebarkan dari mulai diri, keluarga, dan sekeliling kita bahkan kesemua orang yang kita temuai. Perempuan akan membuat Indonesia lebih cerah masa depannya. Jangan pernah stop gerakan perempuan untuk anti korupsi.
--- tetap hidup dalam bersih ---
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI