Komika Mc Danny mungkin tidak menyangka lelucon yang bukan lelucon itu, yang diucapkannya bakal viral. Videonya beredar menjelang peringatan Hari Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (19/10/2021).
Videonya yang menyebalkan itu beredar dari group ke group, di linimasa facebook dan Youtube saya. Seketika ruang group jadi heboh.
Dalam potongan video yang berlabel dari KomtungTV itu, saat menjadi memandu acara, ia melontarkan statement bahwa bir lebih halal dibanding sabu. Ia juga mengucapkan perempuan-perempuan berkerudung akan bertemu dengannya di neraka.
Parahnya, tiada angin tiada hujan dia mengucapkan kata f**k pada Habib Rizieq. Padahal sejauh ini, komika itu tidak punya masalah pribadi dengan Habib Rizieq. Entahlah, mengapa ia melontarkan itu. Apakah ada dendam pribadi?
"Sorry, sorry, baru minum bir di roots mah halal, lebih halal dari sabu," kata McDanny dalam video yang viral sejak Minggu (17/10/2021).
"Thank you banget untuk cewek-cewek yang berkerudung di sini, tapi elu asyik banget, kita ketemu di neraka. "Hahaha, f**k Habib Rizieq."
Anehnya, yang juga membingungkan dan mengherankan, orang-orang yang ada di ruang DJ itu menyambut guyonan -- lebih tepat hinaan, itu dengan tertawa dan joget-joget. Saya sampai berisfighfar berkali-kali.
Si DJ, Â Nadya Natasya, malah meliuk-liukkan tubuh, tersenyum, dan berulang kali menunjukkan jari tengah yang siapa pun paham itu berarti f**k.
Jejak digital memang kejam bagi sosok Mc Danny yang pada 2019 lalu tersandung masalah narkoba. Tidak menyangka, ucapannya itu viral di seantero dunia maya.
Se-Indonesia Raya pun mengecam si pemilik nama lengkap Dani Jaya Wardhana itu. Tagar #TangkapMcDanny pun menggema di Twitter sejak beberapa waktu lalu.
Mungkin ia baru menyadari memang lidah tidak bertulang. Atau baru memahami peribahasa 'mulutmu harimaumu'. Mungkin juga baru mendengar kata pepatah 'lidah lebih tajam daripada pedang'?
Atau jangan-jangan dia belum membaca hadist tentang pentingnya menjaga lisan? Sabda Rasullullah yang selalu dikutip banyak orang menjadi kata mutiara.
Dari 'Abdullah bin 'Amr, dari Rasulullah SAW bersabda, "Seorang Muslim adalah orang yang bisa menjaga lisan dan tangannya untuk tidak menyakiti Muslim lain." (HR Bukhari).
Mungkin ia ciut atau ketakutan. Terbukti, beberapa selang kemudian di akun Instagram-nya seperti dilihat pada Selasa (19/10/2021), sambil menangis McDanny memberikan klarifikasi. Ia meminta maaf atas ucapannya yang tidak saja menyakiti Habib Rizieq dan keluarganya, tetapi juga umat Islam.
Terlebih dia menyatakan bir itu lebih halal dari sabu. Terlepas dia apakah peminum bir dan pengguna narkoba, sebagai "public pigure" tidak sepantasnya dia mengucapkan begitu. Apa lagi dia sendiri muslim.
Terlepas dari ucapan McDanny, siapa pun kita harus menjadikan peringatan Hari Maulid Nabi ini sebagai momentum untuk menjaga lisan dan tangan kita untuk tidak menyakiti orang lain. Kasus McDanny atau siapa saja, harus menjadi tamparan buat kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari bersabda bahwa, keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan. Jika diibaratkan lisan bagaikan pisau yang bila salah digunakannya akan melukai banyak orang.
Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah disebutkan, "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau lebih baik diam (jika tidak mampu berkata baik)" (HR al-Bukhari dan Muslim).
Harus kita ingat dan camkan, setiap kata yang kita ucapkan, baik itu buruk atau baik, ada malaikat yang mencatat. "Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (QS. Qaaf, 50: 18)
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar" [Al-Ahzab : 70-71]
Maka, berhati-hatilah kita terhadap lisan karena ucapan bisa menjerumuskan kita ke dalam api neraka. Janganlah kita mengucapkan perkataan yang menyakiti hati orang lain, Â sekalipun itu hanya candaan.
Karena, di akhirat nanti, segala apa yang kita ucapkan dengan lisan pasti akan dimintai pertanggungjawaban.
Berkata sia-sia hanya akan membuang waktu. Bahkan jika diiringi dengan umpatan penuh kedengkian, hanya akan menghabisi pahala yang sudah diraih.
Rasulullah SAW saat berbincang dengan Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu, berkata, "Maukah kuberitahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?" Jawabku: "Iya, wahai Rasulullah." Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda, "Jagalah ini".Â
Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah kami dituntut (disiksa) karena apa yang kami katakan?" Maka beliau bersabda, "Celaka engkau. Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya di dalam neraka selain ucapan lisan mereka?" (HR. Tirmidzi)
Mari, kita jaga lisan, tangan, dan hati untuk menjadi pribadi yang lebih baik, mengikuti junjungan kita Rasul Muhammad, sosok yang pada dirinya ada uswatun hasanah, suri teladan.Â
Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. Selama hayat masih dikandung badan, selama itu peluang kita menjadi pribadi beraklak karimah terbuka lebar.
Wallahu 'alam bisshowab
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI