Bagaimana ketahanan keluarga kita selama pandemi Covid-19 yang sudah memasuki tahun kedua ini? Apakah bermasalah atau justeru maslahah? Mengapa ada keluarga yang bermasalah, mengapa pula justeru tercipta keluarga maslahah?
Nah, persoalan tersebut menjadi pembahasan Kajian Bulanan Muslimah Majelis Taklim Masjid Al Ihsan Permata Depok, bekerjasama dengan MT sektor Zamrud, Sabtu (31/7/2021). Tema yang diangkat "Keluarga Bermasalah versus Keluarga Maslahah di Masa Pandemi".
Hadir sebagai narasumber yaitu ustadzah Dr. Wiwi Siti Sajaroh, M.Ag, yang juga dosen Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta. Wiwi juga pengurus Pusat Kajian Taklim Al-Qur'an di perguruan tinggi tersebut.
Mengapa tema ini perlu dibahas? Ustadzah menyampaikan karena, ujian pandemi ini berdampak pada aspek kesehatan, sosial, ekonomi, pendidikan, politik, dan lain-lain. Sejak pandemi ini, berbagai aktifitas pun beralih di rumah. Tersentral di rumah
Kebiasaan-kebiasaan baru ini, katanya, yang juga berarti perubahan-perubahan yang tidak biasa, berpotensi menimbulkan masalah dalam keluarga.
Sejatinya, kondisi pandemi ini sebenarnya adalah momen untuk menghayati sejauh mana ketahanan keluarga kita. Apa yang sesungguhnya perlu kita kuatkan di dalam keluarga.
Seharusnya di saat pandemi ini, kualitas ketahanan keluarga semakin kuat karena semakin sering berkumpul dengan keluarga. Bekerja dari rumah, belajar dari rumah, belanja dari rumah, semua serba dari rumah.
Jadi, secara logika kebiasaan-kebiasaan baru ini seharusnya menjadi momentum terciptanya kehangatan dan keharmonisan keluarga.
Biasanya, keluarga yang memiliki permasalahan berat saat pandemi, sebenarnya sudah memiliki benih permasalahan sejak sebelum pandemi terjadi. Hanya saja, persoalan ini tidak diselesaikan dengan baik, sehingga mudah muncul kembali saat pandemi.
"Jika sudah terjadi masalah, maka harus diselesaikan dan dicarikan jalan keluarnya. Salah satunya dengan mewujudkan keluarga maslahah melalui pendekatan tasawuf," terangnya.