Mohon tunggu...
Abraham Nelson Sitompul
Abraham Nelson Sitompul Mohon Tunggu... wiraswasta -

Hmm.. siapa saya? Cuman seseorang yang mencoba hidup dari internet sih..

Selanjutnya

Tutup

Money

Waspada Durian Monthong Lebih Dikenal Dunia

13 September 2014   06:57 Diperbarui: 18 Juni 2015   00:50 73
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bisnis. Sumber ilustrasi: PEXELS/Nappy

Himbauan agar kita waspada karena dunia lebih mengenal buah durian monthong yang berasal dari Thailand dibanding negara asal buah tersebut. Yah, buah durian ini sebenarnya buah asli Indonesia. Tetapi karena negeri gajah putih tersebut concern dan fokus di dalam pengembangan tanaman ini, maka 300 varietas yang mereka budidayakan menghasilkan produk yang disukai masyarakat dunia.

Saya pernah berbicara dengan teman warga negara asing tentang durian. Mereka sangat menyukai rasanya, apalagi yang matang pahit (kadar alkohol tinggi) tetapi mereka tidak suka baunya yang tajam. Jadi jika buah tersebut di olah dalam bentuk es krim atau jenis snack lain, mereka sangat menyukai. Lalu dia menyampaikan bahwa di negaranya, buah durian monthong cukup disukai. Bahkan banyak yang berkata bahwa buah ini adalah asli Thailand. Mereka tidak tahu kalau jenis yang dari negara itu hanya yang monthong, sementara negara aslinya yaitu Indonesia yang memiliki varietas asli, tidak mereka kenal. Padahal nama latinnya pun mengandung kata durian (duri). Dan bahasa Thailand tidak adz menyebutkan "durian".

Atas kejadian di atas, saya menghimbau agar negara kita concern terhadap buah asli Indonesia. Sebaiknya lakukan banyak penelitian dan ekspor buah-buahan yang menunjukkan ciri khas negara kita. Jangan sampai kejadian monthong berulang pada duku, manggis, dan tanaman lain yang memang milik asli negara kita.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun