Mohon tunggu...
Naufal Sulthan Rafi
Naufal Sulthan Rafi Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

seorang penulis dan konten kreator

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

UM Membuat Pelatihan Pemanfaatan Daun Kelor Menjadi Sabun Padat Ramah Lingkungan Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi dan Wirausaha Warga Desa Jatisari

15 Agustus 2024   08:57 Diperbarui: 15 Agustus 2024   09:10 99
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Warga Desa Jatisari berhasil membuat sabun padat ramah lingkungan dari pemanfaatan potensi bahan alam daun kelor yang melimpah/Dok. Tim

Malang - Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan potensi ekonomi UMKM dan produktivitas wirausaha warga Desa Jatisari, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 27 Juli 2024, dan dipimpin oleh Dr. Hendra Susanto, S.Pd, M.Kes., Ph.D., bersama tim mahasiswa UM yang terdiri dari Sri Dinasyah, Novio Dofany, Indah Nur, Devi Mariya, Putra Fernanda, Rahmat Iqbal, Muhammad Rizky, dan Ammar Farhan.

Dalam pelatihan ini, peserta yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil di desa tersebut, dibekali pengetahuan dan keterampilan mengenai cara memanfaatkan potensi bahan alam yang melimpah seperti daun kelor menjadi sabun padat yang ramah lingkungan. Sabun kelor dikenal memiliki manfaat bagi kulit karena kandungan antibakteri dan sifat emoliennya yang dapat melembutkan serta menutrisi kulit.

Kegiatan ini diawali dengan pengenalan manfaat daun kelor dan cara pemanfaatannya sebagai bahan baku produk. Peserta kemudian diajak untuk langsung mempraktekkan proses pembuatan sabun, dimulai dari membuat ekstrak daun kelor. Langkah selanjutnya melibatkan pencampuran bahan dengan larutan alkali (NaOH) yang telah dihomogenkan. 

Jika suhu sudah stabil, dicampurkan minyak zaitun, minyak kelapa, dan minyak sawit menggunakan alat handblender. Setelah adonan mencapai konsistensi yang diinginkan, sabun dicampur fragrance oil dan dituangkan ke dalam cetakan dan dibiarkan mengeras. Produk akhir dikemas dengan menarik, siap untuk dipasarkan. Selain pembuatan sabun padat daun kelor, peserta juga diajari cara pengemasan yang menarik, perhitungan biaya produksi dan keuntungan, serta strategi pemasaran melalui media sosial dan e-commerce. 

Dr. Hendra Susanto menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga dalam produksi sabun kelor, tetapi juga sebagai langkah untuk memanfaatkan potensi bahan alam lokal yang melimpah di sekitar desa. "Kami berharap kegiatan ini dapat memotivasi masyarakat untuk memulai usaha baru yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga mereka," ujar Dr. Hendra.

Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan usaha mikro di daerah lain, terutama dalam memanfaatkan bahan-bahan alami yang tersedia secara lokal. Selain itu, kegiatan ini juga menargetkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan wirausaha warga, agar dapat memasarkan produk mereka dengan lebih efektif melalui strategi pemasaran digital.

Dengan dukungan dari Universitas Negeri Malang, program pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ekonomi lokal dan keberlanjutan usaha mikro di Desa Jatisari.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun