YOGYAKARTA...I'M COMING
''Anak-anakku sekalian..perkenalan ini ada teman baru kalian pindahan dari Bandung, namanya (Naufal Achmad Albani), Bani sekarang kelasXII''Â
Aku diperkenalkan oleh ibu kepala sekolah SLBN 2 Bantul Yogyakarta dalam acara upacara hari senin. Aku disambut sangat baik oleh kepala sekolah, guru-guru dan teman-teman semuanya.
Aku pindahan ke Yogyakarta diantar oleh orangtua aku, di Jogja aku tinggal di asrama sekolah, aku merasakan semangat baru, dan mencoba melupakan semua kenangan buruk di Bandung. Aku betah sekolah di Jogja karena teman, guru dan bapak asramanya sangat bak.
Aku menjalani hari hari ku dengan kesendirian kesunyian, kesepian, jauh dari orangtua dan saudara yang selama menjadi sahabat aku. ''Kamu tidak sendirian, ada Allah yang menjaga kamu'' kata kata ibu ku selalu aku ingat. Asrama, sekolah, Asrama itu yang setiap hari aku kerjakan.Â
Suatu hari, tepatnya saya lupa tanggal dan harinya, aku ditunjuk oleh sekolah untuk mengikuti lomba modeling antar SLB Se-Yogyakarta, ''Tempat lombanya tahu tidak dimana?''. Tempatnya di NOL KM Yogyakarta dekat Malioboro dan Alhamdulillah karena aku pernah les modeling di salah satu sekolah modeling di Bandung, aku pun mendapat juara kedua, aku senang sekali, apalagi waktu lomba, orangtua aku hadir, melihat aku. Orangtua aku selalu mendukung semua kegiatan yang aku ikuti, yang positif tentunya..
PERTOLONGAN ALLAH SWT
Selama kurang dari enam bulan aku menyelesaikan SMA di SLBN 2 Bantul Yogyakarta....Alhamdulillah. Waktu itu tidak ada Ujian Nasional (UN) karena pertama hadirnya (COVID-19) di Indonesia, jadi aku hanya mengikuti Ujian Sekolah saja, dan Alhamdulillah aku lulus dengan mulai yang cukup baik, Semuanya dengan pertolongan Allah. Sekarang aku harus mulai siap-siap untuk melanjutkan ke Penguruan Tinggi, ''SEMANGAT''
''Bani...kamu mau melanjutkan ke Penguruan Tinggi?'' tanya ibu dan ayah ku, ''Kalau mau...ini ada program beasiswa untuk siswa-siswi Disabilitas Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah'' kata orangtua aku.Â
Waktu itu aku bingung..''Kuliah gak ya'' mampu gak ya''. Alhamdulillah, Orangtua aku selalu memberikan semangat kepada ku, dan aku pun mengikuti seleksi program beasiswa, sainganku cukup banyak juga, ada 180 orang.
Waktu itu aku agak takut juga karena takut gak lolos seleksi. Seleksi demi seleksi aku ikuti tentunya dengan bantuan orangtua aku dan kakak-kakak aku, kebetulan seleksinya dilakukan secara daring (online) karena COVID-19, oh iya...lulusan SMA angkatan aku disebut ''Anak Corona'' Â hehee..., karena semuanya dilakukan secara online.Â