Mengabai aspek kebersamaan milik sebuah pesantren secara sejenak, pekerjaan mereka untuk melestarikan budaya dan agama yang dimiliki negara juga menjadi suatu hal yang sangat dapat dihargai. Selain menumbuh kebersamaan santri-santriwati, mereka juga membiasakan budaya dan membuat santri-santriwati mereka untuk melaksanakan kewajiban agama mereka sejak dini. Walau masa sudah modern dan segala hal dalam kehidupan kita sudah bertumbuh menjadi lebih mudah, kita masih perlu ingat untuk bersyukur kepada sang pencipta yang telah membawa kita kepada dunia, serta memberkati kita dengan membawa kemudahan tersebut dengan kurunnya waktu.Â
Agama bukan hanya sebuah budaya yang dimiliki sebuah komunitas, agama juga bisa menjadi sebuah pegangan untuk norma-norma dan standar sosial yang dimiliki komunitas tersebut. Agama juga bukan hanya sebuah kepercayaan untuk menjaga keimanan dan keadaan jiwa kita saat meninggal, sebuah komunitas yang telah menjalankan dan melaksanakan firman milik agama mereka masing-masing tanpa ada tujuan yang tersembunyi juga lama kelamaan akan menumbuhkan tujuan baik dan murni antara para warga yang mengikuti kepercayaan tersebut, karena pada dasarnya seluruh agama yang sedang dianut orang dalam dunia ada untuk menjaga kebaikan yang dimiliki manusia secara keseluruhan. Seperti kata Imam al-Qurthubi dalam kitab Fath al-Bari(1/215), "Sebagaimana hujan akan menghidupi tanah yang mati, demikian pula ilmu-ilmu agama akan menghidupkan hati yang mati".
Walau masa mulai bergerak dan waktu mulai berjalan dengan cepat, kita tidak boleh menggunakan hal tersebut untuk membiarkan pribadi kita menjadi semakin individualis dengan komunitas kita. Kita masih perlu mempertahankan relasi dan kekeluargaan kita dengan komunitas, serta keluarga kita agar dapat melestarikan segala hal baik yang tumbuh dengan adanya pesantren. Jadikanlah pesantren menjadi sebuah contoh untuk cara hidup dalam dunia modern. Walau memang kebanyakan dari kita tidak dapat mengikuti kebanyakan dari budaya dan tradisi muslim yang dilaksanakan dalam pesantren, setidaknya coba untuk miliki mindset yang dimiliki para santri-santriwati yang menghidupi waktu mereka dalam pesantren mereka, mencoba untuk menjaga rasa kebersamaan dan melestarikan kepentingannya agama yang menjadikan basis untuk mengapa negara ini pada awalnya ada sama sekali.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H