Tangerang Selatan (6/2) -- Sudah satu tahun berlalu dunia dilanda bencana virus COVID-19, keberadaan virus ini membawa dampak sangat signifikan dalam segala aspek kehidupan bagi semua makhluk hidup.Â
Pandemi COVID-19 telah mengubah hidup 180 derajat tidak hanya tentang cara kita hidup dan bekerja, tetapi juga cara kita berpikir dan berperilaku. Aktivitas sosial seperti menjalankan rutinitas sehari-hari untuk sementara dibatasi bahkan dihentikan.Â
Perasaan normal seperti rasa semangat atau ngantuk saat bangun pagi untuk bersekolah atau bekerja pun hilang dan digantikan dengan rasa kosong yang monoton akibat aktivitas yang terbatas di ruang terbuka.Â
Belum lagi ditambah dengan kacaunya sistem perekonomian akibat menurunnya kegiatan perputaran uang, yang menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaan bahkan perusahaan-perusahaan pusat terpaksa menutup perusahaan cabang. Upaya untuk mengurangi penyebaran virus juga telah diberlakukan oleh pemerintah di seluruh dunia.Â
Menjaga jarak fisik, karantina, dan perintah tinggal di rumah, telah mendorong dan memperburuk isolasi sosial dan rasa kesepian. Setelah satu tahun hal ini berlangsung, banyak orang sudah merasa tertekan dan frustasi akibat tidak adanya interaksi sosial dan adanya larangan hal-hal sederhana seperti berpelukan atau berkumpul dengan teman di restoran terdekat.
Berhubung adanya kesamaan rasa dan dampak yang dirasakan akibat keterbatasan aktivitas sosial, orang-orang mengandalkan interaksi dengan tetangga sebagai distraksi dari rasa jenuh.Â
Kedekatan interaksi dengan intensitas yang tinggi ini menyebabkan berkurangnya kesadaran masyarakat akan bahaya penularan virus COVID-19 sekali pun dari kontak terdekat.
Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 29 Januari -- 2 Februari 2021. Masker-masker ini dibagikan hanya kepada orang-orang yang berada di luar rumahnya, yang sedang mengobrol dengan tetangga rumah sebelah atau sedang jalan-jalan sore.Â
Sambil membagikan masker, mahasiswi juga berbincang singkat dan santai serta tentunya mengingatkan kepada masyarakat untuk jangan terlena dan ceroboh sebab virus COVID-19 masih mengancam kita.Â