Â
Pak Syam, nama panggilannya. Dia seorang nelayan dengan perahu motor tempel yang menggantukan hidupnya dari menjala ikan atau kail pancing jika kondisi air lagi tak bersahabat.
Dengan gaya ala nelayan tradisional yang lagi istirahat dengan segelas kopi dalam teko ukuran jumbo. *gelas besi yg corak belang-belang jaman tempo doloe, pasti kalian biasa melihatnya jika nenek atau kakek sedang duduk menikmati kopi di teras rumah sambil duduk dan menyilangkan kakinya.
Siang menjalang sore, pak syam menghabiskan waktunya menerima kehadiranku dengan penuh kekeluargaan dan candaan, beliau bersama istri dan seorang anak laki-lakinya bercerita banyak hal tentang perjalanan dan pengalaman hidupnya.
Awalnya saya berniat untuk menelisik kisah dan perilaku nelayan di Nunukan, berharap ada tanda atau kisi-kisi tentang aktifitas Destruktive Fishing. Bahasa kerennya "mattikeng bale na makkasolang". Hehe
Pak Syam Ganti Perahu "Model Kotak, Asal Terapung"
Beliau menunjuk ke haluan kiri rumahnya dan nampak tatakan rapih lembaran kayu berukuran panjang 7 meter, dia menjelaskan bahwa perahu yg iya miliki telah rusak dan bermaksud untuk membuat perahu baru.
Dengan spontan saya bertanya, perahu apa dengan 5 lembar papan itu? Tanpa ragu menjawab, perahu tempel yg bagian bawahnya 2 lembar papan dgn dinding seperti siku, "model kotak, yang penting terapung". Saya mencoba utk membayangkan model perahunya..... Tak lama, beliau melanjutkan ceritanya. Paling 2 atau 3 hari sudah jadi. Makin kuat saya berfikir, dan bertanya-tanya dalam diri, ini perahu apa yah...*%#@?
Giliran istri beliau yg menjawab, kan utk dipake sendiri, klo pesanan orang, baru dibuat bagus modelnya. *sambil senyum dan mencoba berfikir, cocok juga. Hehe.
Kalo Mau Melaut, Jangan ke Tanjung Aus. #PERAMPOK ANGKAT SENJATA
Saya coba mengalihkan cerita pak syam dari perahu miliknya ke lokasi dan area tangkap nelayan di Nunukan.