Mohon tunggu...
nanja aryono
nanja aryono Mohon Tunggu... Programmer - Akun pribadi

Hanya ingin mengapresiasikan ide ke sebuah media online.

Selanjutnya

Tutup

Vox Pop

Jakarta Oh Jakarta

16 Januari 2016   14:26 Diperbarui: 15 Juli 2016   14:22 217
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Jakarta, kali ini gue mau cerita seputar sisi lain kota Jakarta. Iya kenapa gue mau cerita soal sisi lain kota Jakarta ? yang pertama karena gue tinggal di kota ini dan yang kedua karena mau menuangkan hasil penamatan gue selama di besarkan di kota ini ke sebuah media blog pribadi gue ini.

Ya dia Jakarta ibukota dari negara indonesia tempat berkumpulnya semua orang dari berbagai suku/ras yang berbeda. Tempat yang bisa digolongkan tempat termacet, terpadat, dan tempat yang selalu kedatangan wabah banjir setiap musim hujan tiba. Di tempat inilah semua orang mengadu nasib untuk mendapatkan sesuap nasi. Di kota metropolitan ini semua perantau mempertaruhkan impiannya, harapannya, waktunya, tenaganya hanya untuk menjadi sukses di kota ini dan bisa membawa hasil yang memuaskan ke desa/kota kelahiran mereka.

 Ada yang bilang di Jakarta adalah kota yang keras. Keras dalam artian kriminal ? iya benar, dari stastik tahun 2010 sampai 2012 yang gue kutip di internet jumlah kejadian kejahatan atau tindak kriminalitas di kota Jakarta tahun 2010 sebanyak 332.490 kasus, meningkat menjadi sebanyak 347.605 kasus pada tahun 2011 dan menurun pada tahun 2012 menjadi 341.159 kasus.

Angka yang fantastis bukan ? tapi bukan hanya keras dalam kasus kriminalnnya saja, di Jakarta juga keras dalam sisi mencari lapangan pekerjaan. Para perantau yang datang ke ibu kota negara ini harus berjibaku mencari nafkah untuk kebutuhan hidup di kota Jakarta. Di kota ini dia yang mempunyai banyak uang dialah juga yang menjadi raja dan dia yang tidak mempunyai banyak uang hanya bisa menjadi babu/pecundang di negara ini.

Jarang sekali pekerjaan murni hasil keterampilan seseorang di nilai di kota ini, menurut pengamatan gue kebanyakan dari mereka bisa memperoleh lapangan pekerjaan karena 2 faktor : yang pertama karena ada seseorang dari dalam perusahaan yang mempunyai jabatan yang bisa memanggil mereka masuk ke perusahaan yang sama, dan yang kedua hanya mereka yang bisa membayar dengan uang (sogokan) dia juga yang bisa masuk ke perusahaan itu. Sangat ironi melihat sisi lain ibu kota, kejujuran mahal di kota ini.

Jadi kalian (perantau) kenapa kalian menggantungkan nasib kalian di kota ini ? kalian harus mempunyai tekad dan keinginan yang kuat untuk bisa bertahan disini. Kalian harus tau sisi lainnya sebelum kalian menuju ke kota ini. Persaingan yang ketat membuat semua orang yang mempunyai iman kecil (cetek) di kota ini menghalalkan semua cara, Jakarta oh Jakarta.

Gue buat coretan ini bukan untuk melarang kalian yang membaca di daerah luar kota Jakarta datang ke kota ini, tapi hanya mau sekedar share ke dalam artikel ini tentang sebuah kewaspadaan saat kalian dikota ini. Intinya bagi kalian yang belum mengenal kota Jakarta kalian harus berhati-hati saat mempunyai tekad untuk datang kesini. Itu aja sih pesan gue semoga bisa bermanfaat bagi perantau atau pendatang baru walaupun agak ngaco dalam penulisaannya tapi semoga bermanfaat ya. Thanks for Reading :-)

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Vox Pop Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun