Sebanyak empat belas mahasiswa Pendidikan Luar Biasa (PLB) dan seorang mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran Universitas Sebelas Maret (UNS) angkatan 2021 telah sukses menyelesaikan program Asistensi Mengajar atau Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di SLB Negeri Surakarta. Kegiatan ini berlangsung selama tiga bulan, mulai dari akhir Agustus hingga akhir November, dengan hasil yang sangat memuaskan.
Keempat belas mahasiswa PLB yang tergabung dalam program ini adalah Nanda Pety Dwimayanti (ketua kelompok), Alifia Nur Azizah, Aris Retnani, Fadila Indah Safitri, Galuh Ajeng Sasmita Putri, Laras Sekar Rahayu, Muflih Misbahul Ma'ruf, Raina Sava Fatala, Rifdhatul Tahira Irenza, Sabrina Alya Firda Sari, Sisca Angelina, Syafira Ayunda Haqqi, Devina Budi Lestari, Angelina Dian Ajeng P, serta Muhammad Efendy Dela Costa, mahasiswa tuli dari program Pendidikan Administrasi Perkantoran.
Selama program PLP, mahasiswa menjalani berbagai tahapan kegiatan yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung dalam lingkungan pendidikan luar biasa. Minggu pertama diisi dengan observasi dan orientasi lingkungan sekolah, di minggu ini mahasiswa fokus mengamati lingkungan sekolah dan beradaptasi dengan suasana di sekolah. Minggu kedua, dilanjutkan dengan model less, yaitu mahasiswa mengikuti kegiatan di kelas pamong masing-masing dan mengamati guru pamong ketika mengajar di kelas untuk dipelajari mahasiswa. Pada minggu ketiga hingga kesembilan mahasiswa melaksanakan kegiatan mengajar terbimbing dengan sistem rolling atau bergiliran di tiap kelas pamong, tujuannya agar semua mahasiswa merasakan dan belajar mengajar dikelas dengan kebutuhan khusus peserta didik yang berbeda-beda, dan puncaknya, di minggu kesepuluh, mahasiswa melakukan kegiatan mengajar mandiri, di minggu ini mahasiswa diberi kesempatan untuk melakukan manajemen kelas, dan mengajar secara mandiri tanpa bimbingan guru pamong.
Tidak hanya terlibat dalam proses pembelajaran di kelas, mahasiswa juga berpartisipasi aktif dalam kegiatan kokurikuler, ekstrakurikuler, dan bimbingan belajar. Beberapa kegiatan kokurikuler yang diikuti mahasiswa meliputi Festival Olahraga Disabilitas yang diselenggarakan bekerja sama dengan Kemenpora, serta Lomba Potensi Talenta Olahraga dan Seni bagi siswa. Selama kegiatan kokurikuler mahasiswa bertugas mendampingi peserta didik berkebutuhan khusus selama lomba berlangsung. Sementara itu, berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti tata boga, membatik, dan hantaran, tujuan kegiatan ini untuk mendukung pengembangan keterampilan siswa SLB Negeri Surakarta. Kegiatan ekstrakurikuler ini dilaksanakan secara teratur tiap minggu nya, mahasiswa mendapatkan kesempatan belajar berbagai keterampilan baru tersebut untuk menjadi bekal kedepannya agar dapat diajarkan ke peserta didik di masa mendatang. Selain kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler, mahasiswa juga melaksanakan kegiatan bimbingan belajar, kegiatan ini ditujukan kepada peserta didik yang tertinggal materi pelajaran di kelas, sehingga perlu bimbingan mandiri untuk mengejar materi di kelas. Peran mahasiswa disini adalah membimbing peserta didik tersebut agar peserta didik dapat memahami materi dengan lebih baik dan mampu mengejar ketertinggalan mereka. Mahasiswa memberikan pendampingan secara intensif, baik melalui penjelasan ulang materi, latihan soal, maupun pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan individu peserta didik. Dengan demikian, peserta didik diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam belajar dan berpartisipasi aktif di kelas.
Setelah melaksanakan rangkaian kegiatan, pada tanggal 18 November 2024 mahasiswa mahasiswa melaksanakan ujian praktik mengajar di kelas pamong masing-masing. Ujian ini menjadi evaluasi akhir terhadap kemampuan mahasiswa dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penilaian dilakukan secara langsung oleh guru pamong yang mendampingi selama program berlangsung, serta dosen pembimbing masing-masing mahasiswa.
Puncak dari program PLP ini terjadi pada tanggal 22 November 2024, ketika mahasiswa secara resmi ditarik kembali oleh pihak universitas. Prosesi penarikan ini menjadi penutup yang bermakna bagi perjalanan panjang mahasiswa selama tiga bulan berinteraksi dan belajar di lingkungan SLB Negeri Surakarta. Selain memberikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mahasiswa, momen ini juga menjadi refleksi bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi mereka sebagai calon pendidik profesional.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI