Mohon tunggu...
Untuk Riau
Untuk Riau Mohon Tunggu... lainnya -

Saatnya lakukan perubahan

Selanjutnya

Tutup

Politik

Menjadikan Kota Dumai City on The Hill

18 November 2015   06:11 Diperbarui: 18 November 2015   07:29 30
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Ini adalah bagian kedua dari tulisan saya, setelah kemarin menulis http://www.kompasiana.com/nahkoda_baru/kota-dumai-berpeluang-seperti-di-negara-maju_564a643b3393739c0dd060a6

Bersempena dengan lawatan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, PhD ke kota Dumai pada tanggal 15-16 Nopember lalu, ada banyak pesan yang disampaikan untuk menggambarkan masa depan Dumai yang dicita-citakan. Kang Iman, panggilan akrab presiden PKS ini beberapa kali menunjukkan rasa optimisnya terhadap kota Dumai, bahwa ke depan bisa menjadi percontohan dalam mewujudkan Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur.

Kota Dumai akan menjadi city on the hill, katanya. Sebuah negeri di atas bukit yang memberikan daya tarik dan mempesona bagi siapa saja yang melihat. Sebuah istilah untuk cerminan kemakmuran, kemajuan dan terjaminnya kebutuhan masyarakat. Kang Iman mengatakan bahwa untuk mencapai cita-cita besar ini kita setidaknya sudah memiliki dua modal utama yang ditunjukkan PKS khususnya untuk kemajuan kota Dumai. Pertama adalah modal kepemimpinan. Sosok DR. Ikhsan sebagai calon yang diusung PKS, menjadi kekuatan tersendiri dalam mewujudkan cita-cita itu. Figur kepemimpinan beliau, keahlian dan pengalaman DR. Ikhsan sudah dimaklumi mampu bekerja keras dalam memenej kota Dumai agar secara bertahap menuju kota yang modern, seperti kota-kota besar  di negara maju.

Modal kedua, adalah solidnya mesin pendukung. Dukungan utama tentu saja dari PKS dan Golkar yang dinilai mempunyai kader yang sudah dikenal sangat terstruktur dan solid sampai ke akar rumput. Apatah lagi PKSyang  baru saja selesai melaksanakan musyawarah secara nasional. Hanya dalam hitungan waktu satu bulan, PKS berhasil mengganti kepemimpinan dari level nasional hingga daerah dengan sangat mulus. Hal ini cukup menggambarkan bagaimana rapinya koordinasi mereka. Namun kang Iman mengingatkan khususnya kepada para kader PKS untuk jangan sampai berbangga hati, karena untuk bisa menerima hadiah kemenangan, syarat utama yang harus dimiliki oleh para kader harus terus ditingkatkan. Yakni bagaimana mereka selalu bisa bekerja ikhlas, bekerja keras dan bekerja cerdas.

Lebih jauh Presiden PKS mengajak kepada para kader pendukung kemenangan Ikhsan-Komala di Dumai untuk bagaimana bisa menang. Bahwa jika ingin menang, maka menanglah dengan cara yang bermartabat. Yaitu tetap berharap mendatangkan keberkahan dalam setiap perjuangan mencapai kemenangan itu. “Kita tidak mungkin mencapai sebuah cita-cita mulia, dengan modal dasar yang luar biasa besar itu, kalau kita kemudian tidak menggunakan cara-cara yang bermartabat.” Katanya.”Ini termasuk dalam amanat Munas PKS, untuk ikut aktif dalam memenangkan pilkada tapi dengan cara yang bermartabat dan penuh berkah” sambungnya.  Kompetisi pilkada bukanlah pertarungan hidup mati. Jangan karena berbeda pilihan antara sesama, kita kemudian saling bermusuh-musuhan.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun