Mohon tunggu...
Naela Sofa
Naela Sofa Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswa

mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Edukasi Anemia Kepada Remaja Putri di MTs dan MA SA Al-Amin Desa Beringin, Alalak, Barito Kuala

3 September 2022   15:54 Diperbarui: 3 September 2022   16:01 525
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Stunting  merupakan  kegagalan  pertumbuhan  akibat  akumulasi  ketidakcukupan nutrisi  yang  berlangsung  lama  mulai  dari  kehamilan  sampai  dengan  usia  24  bulan.

Pencegahan stunting sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Remaja putri dapat melakukan pencegahan stunting dengan cegah anemia dan menerapkan pola makan sesuai pedoman gizi seimbang.Resiko lebih besar terjadi pada remaja putri, para calon ibu, di mana defisiensi gizi akan berdampak pada kesehatan ibu dan buah hati selama masa kehamilan dan melahirkan

Anemia adalah salah satu penyakit gangguan darah yang ditandai dengan kurangnya jumlah sel darah merah dalam tubuh manusia kondisi dimana tubuh kekurangan sel darah merah sehingga tubuh tidak mendapat cukup oksigen. Hal ini disebut juga sebagai penyakit kurang darah (tidak sama dengan darah rendah). Kurang darah juga bisa terjadi jika sel-sel darah merah tidak mengandung cukup hemoglobin. Hemoglobin adalah protein kaya zat besi yang memberikan warna merah pada darah.

Mengapa remaja putri sangat berisiko? Remaja putri merupakan masa pertumbuhan dan berkembang yang di tandai dengan terjadinya perubahan sangat cepat baik secara fisik, psikis, dan kognitif, rentang usia remaja adalah 10 - 24 tahun dan belum menikah. Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rawan menderita anemia bersamaan dengan menstruasi yang akan mengeluarkan zat besi yang di perlukan oleh remaja, wanita mempunyai resiko anemia paling tinggi terutama pada remaja putri (Husna & Saputri, 2022).

Faktor penyebab anemia pada remaja putri adalah kurangnya mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi dan kebiasaan makan yang salah sehingga mengganggu proses penyerapan zat besi. Adapun gejala dari anemia antara lain yaitu 5L (Lemah, Letih, Lesu, Lunglai, Lelah), sulit berkonsentrasi, gampang mengantuk, wajah menjadi lebih pucat dari biasanya.

Salah satu upaya untuk menurunkan angka stunting di Indonesia, Naela Sofa mahasiswi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin yang sedang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat melakukan edukasi kepada remaja putri mengenai pentingnya mengkonsumsi makanan yang tinggi zat besi, vitamin C serta rutin mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) selama seminggu sekali untuk mencegah terjadinya anemia pada remaja putri.

Adapun upaya yang dilakukan adalah melakukan edukasi pada remaja putri di MTs dan MA SA Al-Amin sebagai pencegahan stunting sejak dini di Desa Beringin mengenai anemia karena remaja putri beresiko tinggi terkena anemia yang merupakan salah satu faktor terlahirnya bayi stunting. Kegiatan edukasi anemia pada remaja putri ini dilaksanakan pada hari Jumat 19 Agustus 2022  pada pukul 09.00-10.00 WITA

Gambar 1. Survei dan diberikan arahan oleh Kepala Sekolah MTs dan MA SA Al-AMIN/Dokumentasi pribadi
Gambar 1. Survei dan diberikan arahan oleh Kepala Sekolah MTs dan MA SA Al-AMIN/Dokumentasi pribadi

Sebelum melakukan edukasi pada remaja putri Tim Pengabdian Masyarakat mengunjungi sekolah MTs dan MA SA Al-Amin untuk meminta izin dan arahan kepada kepala sekolah agar bisa melaksanakan dan memberikan edukasi kepada remaja putri tentang anemia. Kegiatan edukasi pada remaja putri ini direspon baik oleh pihak sekolah, salah satu guru pengajar di MTs Al-Amin menyatakan "ini adalah salah satu ilmu yang perlu didapatkan siswi untuk selalu menjaga pola makan dan kesehatannya"

Gambar 2. Pembagian leaflet kepada siswi/Dokumentasi pribadi
Gambar 2. Pembagian leaflet kepada siswi/Dokumentasi pribadi
Edukasi ini dilaksanakan dengan pemberian leaflet kepada siswi kemudian semua siswi ditanya apakah sudah mengetahui apa itu anemia 90% siswi belum mengetahui tentang anemia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun