Mohon tunggu...
Nadya Putri Salsabila
Nadya Putri Salsabila Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Perkenalkan nama saya Nadya Putri Salsabila. Pendidikan terakhir saya adalah SMA. Dan sekarang saya melanjutkan pendidikan saya di Universitas Negeri Surabaya pada program studi Bimbingan dan Konseling.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Mengenal Komunikasi Terapeutik

31 Juli 2024   14:40 Diperbarui: 31 Juli 2024   15:03 62
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

       Komunikasi ialah proses bertukarnya informasi maupun perasaan antara dua orang atau lebih. Dalam kehidupan sosial komunikasi ini sangat lah dibutuhkan. Apabila kita tidak memiliki komunikasi yang baik, maka kita akan mendapatkan banyak sekali perpecahan yang disebabkan oleh kesalahpahaman.

       Terapeutik merupakan salah satu metode komunikasi yang digunakan oleh seorang konselor kepada pasiennya. Tujuan dari komunikasi terapeutik ini sendiri adalah untuk membantu seorang pasien agar dapat lebih mudah mengutarakan isi hatinya. Namun pengaplikasian komunikasi terapeutik ini tidak bisa sembarangan, komunikasi ini memiliki beberapa syarat tertentu, antara lain sebagai berikut:

1. Hadir di Dalam Percakapan

Yang dimaksud hadir di dalam percakapan ini adalah adanya kontak fisik antara konselor dengan pasien.

2. Mendengarkan Secara Aktif

Konselor wajib mendengarkan dan mengamati dengan seksama pesan yang di sampaikan oleh pasien baik secara verbal maupun nonverbal.

3. Berempati

Empati adalah kemampuan untuk merasakan apa yang dirasakan orang lain. Konselor harus melibatkan empati saat sedang melakukan komunikasi terapeutik.

       Selain beberapa syarat diatas, saat melakukan konseling seorang konselor tidak diperbolehkan untuk membandingkan pasiennya dengan orang lain (Comparing), mencoba membaca pikiran apa yang ada di dalam diri orang lain (Mind Read), merencanakan argumen (Planning), hanya mendengarkan topik yang diminati (Filtering), dan memberikan penilaian dengan pernyataan seperti: bodoh, lemah, payah, dan label negatif lainnya (Judging).

       Oleh karena itu untuk menunjang keberhasilan konseling, seorang konselor harus mempelajari syarat-syarat diatas. Agar pasien merasa nyaman dan konselor dapat membantu mencarikan jalan keluar dengan aman.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun