Tahukah Anda cerita Anne Frank? Seorang gadis Yahudi Jerman yang menjadi tokoh simbol Holocaust melalui buku hariannya!
Anne Frank, lahir pada 12 Juni 1929 di Frankfurt am Main, Jerman, dikenal di seluruh dunia karena buku harian yang disimpan selama Perang Dunia II, ketika dia bersembunyi dari Nazi di Amsterdam. Keluarganya, yang berasal dari Yahudi, pindah ke Belanda pada tahun 1934, melarikan diri dari penganiayaan di Jerman. Pada tahun 1940, dengan pendudukan Nazi di Belanda, pembatasan dan penganiayaan terhadap orang Yahudi dimulai.
Pada tahun 1942, keluarga Frank bersembunyi di sebuah paviliun rahasia di belakang gedung tempat Otto Frank, ayah Anne, menjalankan bisnisnya. Selama lebih dari dua tahun, Ana menulis dalam buku hariannya tentang pengalaman, pemikiran dan aspirasinya, menunjukkan kedewasaan dan perspektif yang luar biasa untuk usianya. Buku hariannya adalah kronik kehidupan yang mengharukan di dalam kurungan, ketakutan, harapan dan kehidupan sehari-hari seorang remaja dalam keadaan yang luar biasa.
Sayangnya, pada bulan Agustus 1944, keluarga Frank ditemukan dan dideportasi ke kamp konsentrasi. Anne dan saudara perempuannya Margot dipindahkan ke kamp konsentrasi Bergen-Belsen, di mana mereka berdua meninggal karena tifus pada bulan Februari atau Maret 1945, hanya beberapa minggu sebelum kamp tersebut dibebaskan.
Buku harian Anne Frank disimpan oleh Miep Gies, salah satu orang yang membantu keluarga tersebut selama berada di annex. Otto Frank, satu-satunya yang selamat dari keluarga tersebut, menerbitkan buku harian itu pada tahun 1947. Sejak itu, "The Diary of Anne Frank" telah menjadi simbol perjuangan melawan penindasan dan kesaksian yang mengharukan atas kengerian Holocaust. Kisahnya terus menginspirasi generasi di seluruh dunia, mengingatkan kita akan pentingnya toleransi, kasih sayang, dan pembelaan hak asasi manusia.
Salah satu ungkapan paling terkenal dari buku harian Anne Frank adalah: "Terlepas dari segalanya, saya percaya bahwa orang-orang sebenarnya baik hati." Ungkapan ini mencerminkan harapan dan rasa kemanusiaannya di tengah keadaan luar biasa sulit yang dialaminya.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H