Guru BK dapat mengintegrasikan pelatihan membaca kritis ke dalam program bimbingan dan konseling. Langkah ini memungkinkan siswa untuk mengembangkan keterampilan membaca kritis secara sistematis dan terstruktur. Melalui pendekatan ini, guru BK menjadi garda terdepan dalam melindungi siswa dari dampak negatif penyebaran hoax.
Dengan upaya bersama antara guru BK, siswa, orangtua, dan masyarakat, kita dapat melangkah maju menuju literasi digital yang lebih kuat dan bertanggung jawab. Membangun benteng anti-hoax bukanlah perkara mudah, tetapi dengan kesadaran dan kerjasama yang kuat, kita dapat melindungi generasi muda dari bahaya informasi palsu dan menjaga integritas informasi di era digital ini.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI