Desa Sumberkembar merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Desa Sumberkembar terdiri dari lima dusun diantaranya Dusun Sumberkembar, Dusun Sumbersono, Dusun Sumbersuko, Dusun Jinggring, dan Dusun Sumberpiji.Â
Berdasarkan pada hasil survey yang dilakukan Badan Pusat Statistik Kecamatan Pacet diketahui bahwa Kepadatan dan Persebaran Penduduk di Desa Sumberkembar pada tahun 2018 mencapai kepadatan penduduk dengan jumlah 3.310 jiwa.Â
Desa Sumberkembar memiliki populasi lansia yang cukup banyak sekitar 379 jiwa dengan rincian sebagai berikut: Dusun Sumberkembar sebanyak 150 jiwa, Dusun Sumbersono sebanyak 51 jiwa, Dusun Sumbersuko sebanyak 89 jiwa, Dusun Jinggring sebanyak 56 jiwa, dan Dusun Sumberpiji yang memiliki populasi paling sedikit yakni 33 jiwa.
Berdasarkan data dari posyandu di Desa Sumberkembar, masih terdapat lansia yang ditemukan mengalami beberapa masalah kesehatan diantaranya asam urat, kolesterol, stroke, diabetes, dan hipertensi. Â
Dari beberapa masalah kesehatan yang dialami lansia, yang menjadi masalah utama yang sering dikeluhkan beberapa lansia di Desa Sumberkembar adalah hipertensi.Â
Tingginya angka hipertensi di Desa Sumberkembar disebabkan oleh lansia yang lebih memilih untuk berobat pada pengobatan alternatif yang tidak memiliki sertifikasi pengobatan yang jelas dan memiliki kekurangan dalam penanganannya. Sebagian besar lansia juga lebih memilih menggunakan jamu dengan resep turun temurun yang belum teruji khasiatnya dibandingkan berobat secara medis dengan rutin.Â
ATENSIÂ atau akupresur untuk hipertensi merupakan salah satu program kerja mahasiswa BBK 4 Universitas Airlangga di Desa Sumberkembar bidang kesehatan yang bertujuan untuk menurunkan membantu penyintas hipertensi menurunkan tekanan darah.Â
Kegiatan ini ditujukan untuk lansia di Desa Sumberkembar yang mengalami hipertensi. Kegiatan ATENSI yang dilaksanakan pada hari Rabu, 10 Juli 2024 di pendopo Balai Desa Sumberkembar diikuti dengan antusias oleh lansia dan juga kader posyandu lansia.Â
Tingginya angka ketertarikan lansia Desa Sumberkembar dengan pengobatan tradisional menjadi alasan kelompok BBK 4 UNAIR di Desa Sumberkembar memfasilitasi pengobatan tradisional berupa akupresur dan ramuan herbal serta senam sebagai kegiatan tambahan untuk meningkatkan aktivitas fisik pada lansia yang bermanfaat untuk menurunkan hipertensi.
ATENSI dimulai dengan kegiatan senam hipertensi bersama lansia, senam hipertensi merupakan solusi efektif dan menyenangkan bagi lansia untuk menjaga kesehatan jantung dan mengendalikan tekanan darah.Â
Dengan gerakan yang sederhana namun bermanfaat, senam ini dapat membantu lansia tetap aktif, sehat, dan sejahtera. Senam hipertensi bersama lansia ini dipimpin langsung oleh mahasiswa BBK 4 Sumberkembar Universitas Airlangga. Senam hipertensi memiliki sejumlah manfaat bagi para lansia, antara lain :Â
Menurunkan Tekanan Darah : Gerakan yang teratur dapat membantu memperlancar aliran darah dan mengurangi tekanan pada dinding arteri
Meningkatkan Kesehatan Jantung: Latihan fisik ringan ini dapat membantu memperkuat otot jantung, sehingga mampu memompa darah dengan lebih efisien
Mengurangi Stres: Aktivitas fisik membantu melepaskan endorfin, hormon yang dapat meningkatkan mood dan mengurangi stres
Meningkatkan Fleksibilitas dan Keseimbangan: Gerakan senam membantu menjaga fleksibilitas otot dan persendian, serta meningkatkan keseimbangan, yang penting untuk mencegah jatuh
Meningkatkan Kualitas Tidur: Aktivitas fisik teratur dapat membantu para lansia tidur lebih nyenyak di malam hari
Setelah kegiatan senam dilanjutkan dengan pelatihan akupresur kepada lansia dan kader posyandu lansia. Pelatihan akupresur ini mencakup tentang titik-titik akupresur yang dapat menstabilkan tekanan darah tinggi pada lansia dan juga tanaman herbal yang dapat dikonsumsi untuk membantu menstabilkan tekanan darah.Â
Akupresur adalah metode pengobatan tradisional dari Tiongkok yang melibatkan penekanan pada titik-titik tertentu di tubuh untuk merangsang aliran energi, meningkatkan kesehatan serta mengurangi rasa nyeri. Titik-titik akupresur yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi yaitu Taichong (LR 3), Neiguan (PC 6), Hegu (LI 4), Taixi (KI 3), dan Sanyinjiao (SP 6). Untuk penderita hipertensi, akupresur dapat memberikan manfaat seperti :
Mengurangi Stres: Penekanan pada titik-titik tertentu dapat membantu meredakan stres dan ketegangan yang seringkali menjadi pemicu naiknya tekanan darah
Meningkatkan Sirkulasi Darah: Akupresur membantu melancarkan aliran darah sehingga tekanan darah dapat terkendali dengan lebih baik
Merelaksasi Otot: Tekanan pada titik-titik akupresur dapat membuat otot-otot yang tegang menjadi lebih rileks, yang pada gilirannya dapat membantu menurunkan tekanan darah.
Program ATENSI ini mendukung SDG's 3 yaitu Good Health and Wellbeing yang meliputi paradigma kesehatan, pelayanan kesehatan, dan jaminan kesehatan nasional.Â
Meskipun rangkaian kegiatan berlangsung cukup lama, namun para peserta sangat antusias dan aktif mempraktekan pelatihan akupresur serta interaktif selama sesi tanya jawab.Â
Salah satu lansia Desa Sumberkembar yang bernama Bu Suparni dengan usia 78 tahun mengungkapkan kesannya setelah mengikuti kegiatan ini "Setelah kegiatan senam dan pijat titik syaraf tubuh saya terasa lebih ringan dan rilex, saya berterimakasih kepada mahasiswa UNAIR yang sudah membagikan ilmu pijat titik syaraf untuk menurunkan tekanan darah tinggi".
Program kerja ATENSI dihadiri oleh lansia dan ibu kader. Lansia dan para kader dapat mengetahui aktivitas fisik yang mampumenurunkan tekanan darah tinggi salah satunya yaitu senam hipertensi yang dibuktikan dengan lansia dan kader mengikuti senam dari awal hingga selesai dengan antusias.Â
Lansia dan para kader juga dapat memahami pengaplikasian akupresur dan pemanfaatan tanaman herbal untuk menurunkan tekanan darah tinggi dibuktikan dengan lansia serta kader mampu menyebutkan dan menunjukkan titik-titik akupresur untuk menurunkan tekanan darah tinggi serta mengetahui apa saja tanaman herbal yang bermanfaat untuk menurunkan darah tinggi, cara pengolahan, dan juga waktu dan dosis mengkonsumsi herbal tersebut.Â
Setiap kader juga diberikan poster mengenai titik-titik akupresur dan tanaman herbal untuk menurunkan tekanan darah tinggi yang nantinya akan disalurkan saat pelaksanaan posyandu lansia di setiap dusun.
Setelah dilaksanakannya program kerja ini audiens sangat antusias dan interaktif bertanya mengenai penanganan hipertensi dan titik-titik pijat yang diterapkan untuk membantu menstabilkan tekanan darah tinggi.Â
Lansia dan kader juga aktif mengikuti pelatihan pemijatan akupresur untuk hipertensi. Meskipun kami menjelaskan mengenai hipertensi, mereka juga menanyakan beberapa permasalahan kesehatan lain seperti, asam urat, kolestrol, dan pegal-pegal.Â
Lansia dan warga desa sekitar lebih percaya dengan jamu tradisional, sehingga mereka menerima dengan senang resep/campuran bahan untuk pembuatan jamu sederhana dengan bahan yang sangat mudah didapatkan untuk membantu menstabilkan tekanan darah tinggi. Lansia dan kader mengikuti kegiatan aktivitas fisik senam sebagai bentuk peningkatan kualitas hidup lansia yang juga dapat membantu menstabilkan tekanan darah tinggi.
Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang rentan terjadi pada lansia karena penurunan fungsi fisiologis yang terjadi seiring dengan bertambahnya usia yang mengakibatkan elastisitas pembuluh darah menurun. Faktor lain yang menyebabkan tingginya angka kejadian hipertensi pada lansia terdapat beberapa faktor, yaitu faktor yang tidak dapat diubah seperti usia, jenis kelamin, dan keturunan, serta faktor yang dapat diubah seperti kelebihan berat badan, merokok, stres, kurang olahraga, konsumsi alkohol, dan kolesterol.Â
Hipertensi yang tidak tertangani dengan baik akan menyebabkan banyak komplikasi yang lebih serius sehingga menyebabkan kecacatan. Selain itu, menurunnya kondisi kesehatan lansia seiring bertambahnya usia menyebabkan mereka semakin bergantung pada bantuan orang lain atau Perawatan Jangka Panjang (Long Term Care).Â
Selama ini, penanganan masalah kesehatan lansia lebih banyak menggunakan terapi farmakologi atau pengobatan kimia. Namun, jika digunakan dalam jangka panjang, terapi ini dapat memberikan efek samping, seperti ketergantungan obat, kerusakan fungsi kognitif, penurunan metabolisme, dan penurunan fungsi ginjal. Kondisi ini tentu dapat mempengaruhi kualitas hidup lansia secara fisik dan psikologis.Â
Oleh karena itu, terapi non-farmakologi atau komplementer menjadi alternatif pilihan untuk menangani masalah kesehatan pada lansia. Salah satu pengobatan komplementer yang dapat dilakukan untuk menurunkan hipertensi pada lansia  adalah dengan akupresur dan juga aktivitas fisik senam.
Melalui program kerja kesehatan ATENSI ini diharapkan dapat membantu menurunkan tekanan darah penderita hipertensi. Sehingga, hal tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup lansia penderita hipertensi dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lansia serta kader posyandu lansia yang dapat diterapkan ketika pemeriksaan kesehatan rutin di posyandu. Antusiasme yang ditunjukkan oleh para lansia menjadi bukti bahwa program seperti ini sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat terutama di Desa Sumberkembar.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI