Pencapaian para pelajar dalam meraih cita-cita terkadang mengalami kendala di dalamnya. Adanya kendala seperti ini, menarik perhatian beberapa lembaga akademik maupun non akademik melakukan program penguluran tangan. Tujuan program nantinya, memberikan keringanan pada mereka yang tidak mampu dalam pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).
Selain memberi keringanan, alasan lain adanya program ini ialah agar para pelajar yang memiliki penghasilan di bawah rata-rata namun tetap ingin bersekolah dapat terlaksanakan. Banyak pelajar-pelajar di luar sana yang terlontar-lantir karena tidak dapat bersekolah, nilai ekonomi menjadi penyebab utama diantaranya. Masalah internal maupun eksternal membuat mereka yang memiliki niat dan kemauan untuk bersekolah justru menjadi penghalang.
Meningkatnya kasus seperti ini juga membuat Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) mengulurkan tangan dengan mengeluarkan program beasiswa yang dikelola oleh Keluarga Alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta (KAMAJAYA) sejak 31 Juli 2017. Program beasiswa Kamajaya ini dikhususkan bagi mahasiswa dan mahasiswi UAJY, beasiswa ini  akan diberikan sampai semester delapan. Sama seperti jenis beasiswa lainnya di UAJY, program ini lebih memfokuskan untuk membantu mahasiswa agar tetap kuliah meskipun dari keluarga tidak mampu, mengembangkan karakter (hard skill dan soft skill), serta mampu berkomitmen serta berkompetensi di setiap kesempatan yang ada.

"Adil bukan tentang sama-rata, tetapi adil tentang memberi dan menerima sesuai dengan kebutuhan".
"Orang sibuk adalah orang yang punya waktu, orang yang tidak sibuk justru orang yang tidak punya waktu".
-Rogatianus Maryatmo, Ketua Kamajaya-
Tidak terlepas dari prinsip Kamajaya, program beasiswa yang diberikan diharapkan mampu untuk selalu memberikan keadilan. Sesuai dengan ungkapan diatas, adil bagi Kamajaya yaitu suatu kebutuhan yang diperlukan seseorang berdasarkan porsinya masing-masing, tidak lebih maupun tidak kurang. Ia juga menambahkan bahwa paham tentang keadilan, seorang alumni dapat menjadi pejuang yang hebat, survive serta membawa nama UAJY. Â
Keadilan lainnya ialah, saat ilmu yang dimiliki mahasiswa tidak hanya mengenai ilmu eksak, tetapi juga kekuatan ilmu spiritnya. Berjalan kurang dari satu tahun, membuat Kamajaya bertekad untuk membuat Student Center. Gunanya, agar mahasiswa bisa belajar dan merasakan arti dari kata "berjuang". Mengutamakan sikap keadilan seperti ini juga menuntut hati mahasiswanya saling empati satu sama lain.

Tidak hanya itu, Tamara juga menjelaskan bahwa setiap awal semester, ia diberi kesempatan untuk melakukan refleksi diri dengan Romo dan Suster dari Kantor Kemahasiswaan, Alumni, dan Campus Ministry (KKACM). Refleksi diri ini bertujuan agar para penerima beasiswa bisa mencurahkan segala masalah-masalah yang dapat menghambat nilai-nilai serta beasiswa mereka. Tindakan untuk mengantisipasi hal tersebut, Kamajaya mencoba untuk memfasilitasinya dengan memberikan bimbingan refleksi diri yang nantinya Romo dan Suster akan memberikan masukan-masukan dalam menyelesaikan masalah.