Nama : Nabil Aprian
NIM : 2410416310012
Kelas : B
MatKul :Kartografi
Dosen : Dr. Rosalina Kumalawati, S.Si, M.Si.
Fakultas: Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Prodi: Geografi (Universitas Lambung Mangkurat)
Peta tematik adalah peta yang fokus pada tema tertentu, seperti kependudukan atau iklim, dan menggambarkan informasi kualitatif dan kuantitatif tentang objek atau fenomena spesifik. Peta ini berbeda dari peta navigasi atau topografi dalam hal isi dan fungsi, serta termasuk dalam kategori peta tujuan khusus.
Fungsi dan Tujuan
Peta tematik berfungsi sebagai alat visualisasi data yang efektif, membantu mengkomunikasikan informasi spesifik secara spasial. Beberapa kegunaannya meliputi:
- Menyajikan data dalam bentuk yang mudah dipahami.
- Menggambarkan sebaran, pola, dan tren spasial.
- Menyederhanakan informasi untuk pembaca umum.
- Menargetkan pembaca atau pengguna tertentu.
Karakteristik
Ciri utama peta tematik adalah penekanan pada tema utama, seringkali dengan sedikit informasi dasar. Komponen peta tematik biasanya meliputi:
- Layer peta dasar (misalnya, peta topografi).
- Layer informasi tematik (data utama).
- Layer informasi pendukung (informasi tambahan).
Jenis-jenis Peta Tematik
Peta tematik dapat dibedakan berdasarkan teknik penggambarannya, antara lain:
- Peta Koroplet: Menampilkan nilai berdasarkan area administratif.
- Peta Distribusi Titik: Menggambarkan distribusi fenomena dalam bentuk titik.
- Peta Simbol Proporsional: Menampilkan informasi dengan simbol yang proporsional terhadap data.
- Peta Isoline: Menggunakan garis untuk menunjukkan nilai yang sama.
- Peta Aliran: Menunjukkan pergerakan fenomena dengan garis.
- Peta Dasimetrik: Mengklasifikasikan data volume secara spasial dengan simbol area.
Perbandingan dengan Peta Umum
Peta tematik berbeda dari peta umum, yang berfungsi sebagai referensi dengan menunjukkan objek-objek permukaan bumi pada posisi sebenarnya. Peta dasar, seperti Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI), sering digunakan sebagai dasar untuk membuat peta tematik.