Bersama cahaya rembulan yang sedikit redup
Ku buka lembaran suci yang telah lama tertutup
Tinta berwarna itu tak lagi lembut
Sedikit keras karena angin yang meniup
Sentuhan angin pada daun begitu lembut
Temani ku menulis mimpi yang kian larut
Begitulah hadirnya warna di pagi yang penuh kabut
indahnya tersimpan dibalik kabut yang menutup
Begitulah perjalanan mimpi yang tengah ku rajut
Tawa dan tangis yang selalu terlarut
Jatuh bangun ku bagaikan serabut
Bahkan doa tuk sukses selalu ku sebut
Oh angin sampaikan pesan akan kerinduan
Ku utarakan letih dalam ruang keheningan
Serpihan mimpi kan selalu ku perjuangkan
Takkan ku kembali membawa kekosongan
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI