Kemarin membaca share seseorang di Fb judul sangat bombastis (wajar untuk koreksi keadaan) ... akhirnya sampai di Blog/Website asal artikel ... biasa langsung saya berkomentar --- malam baca buku "Ekonomi Kerakyatan Indonesia, Mengenang BUNG HATTA, Bapak Ekonomi Kerakyatan Indonesi; Prof. Dr. Sritua Arief; Muhammadiyah University Press, Universitas Muhammadiyah Surakarta -2002.
Profesor Dr. Sritua Arief adalah pejuang yang konsekwen yang menyumbangkan usianya dengan pengorbanan luar biasa --- jaman Manipol-Usdek Presiden Sukarno harus menyingkir ke Negeri Jiran, menjadi dosen baik di Malaysia Semenanjung Melayu maupun di Malaysia Timur ... ia sangat terkenal akrab di sana --- banyak angkatan muda Malaysia yang menjadi pemimpin adalah mahasiswa beliau; Ia juga mengajar di universitas di Australia dan bagian dunia lain.
Ia banyak menulis tentang perminyakan Indonsia dan Ekonomi Kerakyatan; tulisannya banyak menjadi referensi di bidang ekonomi ... ia kembali dan berada di Indonesia untuk mengajar di berbagai universitas, sebelum ia wafat (2003) di Sukabumi alamat terakhirnya ...
Saya kutipkan Kata Pengantar buku itu ...
"... Sejak lama saya menganut paham pemikiran strukturalis dalam teori ekonomi. Khusus mengenai Indonesia sebagai negara bekas penjajahan pihak asing (Belanda), saya berpendapat bahwa latar belakang ini sejajar dengan pemikiran strukturalis seperti yang jelas terlihat dari pemikiran pihak-pihak lain yang mengkhususkan diri dalam analisis negeri-negeri bekas jajahan, apalagi sekarang ini telah muncul apa yang disebut neokolonialisme.
   Sarjana-sarjana yang pemikirnnya perlu dipahami dalam hal ini adalah Profesor Gunder Frank, Gunnar Myrdal, Raul Prebisch, Celso Furtado, Samir Amin, Suthy Prasartset, Jomo K. Sundaram, Theotoneo Dos Santos, dan lain-lain.
   Almarhum Bung Hatta, beliaulah contoh untuk Indonesia. Tentu termasuk Profesor Dr. Sri-Edi Swasono. almarhum Bung Hatta adalah salah satu perintis kemerdekaan Indonesia. Beliau sangat menghayati dampak penjajahan Belanda di Indonesia. Generasi-generasi Indonesia yang menghayati sejarah Indonesia harus membaca tulisan-tulisan yang tertera dalam buku ini, agar lebih memahami keadaan ekonomi Indonesia.
Jakarta, 21 Maret 2002 Â Prof. Dr. Sritua Arief ..."
Profesor Sritua Arief dalam berbagai kesempatan bicara di forum atau dalam tulisan ... sejak 1970 telah memberikan antithese bahwa ... Struktur Ekonomi Penjajahan harus segera dirombak di Indonesia ... ekonomi yang mengandalkan sebagai penyedia raw material harus segera dirombak --- Presiden Suharto dan Tim Ekonomi-nya tidak mendengarkan saran itu ... bahkan sampai kini, Indonesia masih mempertahankan tanpa kesadaran untuk mengkoreksinya ... (MWA)
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H