Mohon tunggu...
Halwa Muth Mainah
Halwa Muth Mainah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Desain Grafis dan Seni visual

Saya adalah mahasiswa Ekonomi Syariah di Universitas Pamulang yang juga berprofesi sebagai Desainer Grafis. Selain fokus pada studi, saya suka belajar hal baru dan mengenal banyak hal untuk menambah pengalaman dan menambah hobi saya.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Pentingnya Etika dalam Mencari dan Menggunakan Harta Menurut Islam

8 Desember 2024   18:00 Diperbarui: 9 Desember 2024   00:00 44
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sumber: https://www.freepik.com/premium-vector/business-negotiation-exchanging-idea-money_5382497.htm?epik=dj0yJnU9UnRGckFIMzBrd1dfeXVERGM3bTBMVHN4NHZ

Harta adalah salah satu hal terpenting dalam hidup kita. Itu tidak dapat disangkal. Harta membantu kita memenuhi kebutuhan sehari-hari, membahagiakan keluarga, bahkan bisa digunakan untuk amal. Namun, mengejar dan menggunakan kekayaan tidak bisa dianggap enteng dalam Islam.

Ada prinsip etika yang harus diikuti jika harta yang kita peroleh dan gunakan ingin menjadi berkah. Pertama-tama, Islam mengajarkan kita untuk mengejar harta dengan cara yang halal dan baik. Kita tidak boleh mengejar kekayaan dengan cara yang merugikan orang lain, seperti berbohong, menipu, atau mencemarkan nama baik orang lain. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

 "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan harta sesama kalian dengan cara yang batil..." (QS. An-Nisa : 29). Ayat ini dengan jelas menunjukkan bahwa dalam Islam cara mencari kekayaan sangatlah penting.

Harta yang diperoleh dengan cara yang salah mendatangkan kerugian tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat. Selanjutnya Islam mengajarkan agar seseorang tidak mengejar dunia atau harta secara berlebihan. Islam tidak melarang kita menjadi kaya, namun Allah mengingatkan kita untuk tidak terjerumus ke dalam keserakahan yang menjauhkan kita dari Tuhan. Sebagaimana diajarkan dalam hadits: "Sungguh, dunia itu adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang salehah." (HR. Muslim). Hal ini menjadi pengingat bahwa kekayaan bukanlah tujuan utama dalam hidup kita, melainkan hanya alat untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi.

Setelah memperoleh harta, kita juga diajarkan untuk menggunakannya dengan bijak. Harta harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan individu dan keluarga, namun juga harus digunakan untuk tujuan sosial, seperti membantu orang yang membutuhkan dan berinfak di jalan Allah. Dalam hal ini Allah berfirman dalam Al-Qur'an:

"Keluarkanlah sebagian dari harta yang telah Kami berikan kepadamu..." (QS. Al-Baqarah: 254). Dengan berbagi, kita bisa mendatangkan keberkahan dan mendekatkan diri kepada Allah.

Contoh sederhananya adalah bagaimana kita membelanjakan uang. Misalnya, jika Anda punya uang lebih, Anda bisa menyisihkan sebagiannya untuk amal. Anda juga harus berhati-hati untuk tidak menghabiskan harta Anda untuk hal-hal yang tidak berguna atau tidak berguna, seperti berjudi atau membeli barang mewah yang tidak perlu. Selain itu, memanfaatkan harta untuk mendukung tujuan positif seperti pendidikan dan kesehatan juga merupakan tindakan yang sangat dihargai dalam Islam.

Oleh karena itu, etika dalam mengejar dan menggunakan harta sangat penting dalam Islam. Harta bukanlah tujuan utama hidup, melainkan alat yang harus digunakan secara bijak, jujur, dan bermanfaat. Dengan menjalani kehidupan yang beretika dan mencari serta memanfaatkan kekayaan, kita dapat mencapai kebahagiaan dalam kehidupan ini dan akhirat.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun