"Sama calonmu, gimana?"
"Ah, dia, aku nggak sms dari kemaren. Habis dia nggak mulai duluan."
Aku mati-matian menahan diri agar tidak tertawa di saat suami sedang menyelesaikan coding sore itu, bisa-bisa beliau curiga istrinya perlu digeret ke poli kejiwaan di puskesmas yang lokasinya sebelahan dengan poli KIA.
"Begh! Ndak waras ini mah. Hahahaha."
Aku tertawa melupakan sahabatku,yang mungkin di seberangsana tengah puyeng nggak karu-karuan. suami menengok dengan muka heran dan alis diangkat, "Biasa, Kak, si blah blah blah."
"Oh," beliau menjawab pendek, lalu  melanjutkan codingnya. tipikal programmer sejati yang berkeyakinan script lebih menggairahkan daripada cewek cantik.
"Sudah, fokus dengan calonmu aja." jawabku, singkat.
"Tapi kan... Blah blah blah..."
 si Anu yang begini, sementara si Dia begitu. Si Anu kenapa terlihat lebih dibanding si Dia yang sudah terikat komitmen. Oh, plis, jika waktu boleh diputar. Ada iblis berbisik, "Sudah... Mundur saja, mumpung belum resmi nikah..."
Lalu galau. Gundah-gulana. Lalala...
Sang Mantan Mendadak Mendekat seperti Dua Kutub Magnet yang Berlainan Jenis Didekatkan