Berhasilkah program tersebut? Jauh panggang dari api. Justru sebaliknya, Â kematian bayi dan ibu di sembilan kabupaten di daerah pegunungan dan kepulauan seperti Pegunungan Bintang, Puncakjaya, Nduga, Yahukimo, Maberamo Tengah, Deiyai, Dogiyai, dan Waropen pada tahun 2016 masih bertahan di papan atas, alias tinggi. Â Yakni, 20 kematian per 1.000 kelahiran bayi, dan diikuti oleh kematian 200 ibu per 1.000 yang melahirkan. Oleh sebabnya BkkbN Papua akan menerapkan program 4T kepada ibu-ibu yaitu jangan (T)erlalu dekat, (T)erlalu muda, (T)erlalu tua, dan (T)erlalu banyak untuk melahirkan. Alih-alih program tersebut menaikkan, tetapi justru menurunkan jumlah penduduk Papua! Â
Apa yang dilakukan agar kepunahan suku dan bahasa di Papua tidak semakin bertambah? Pertama adalah kemampuan beradaptasi suku-suku tersebut terhadap  perubahan zaman yang begitu cepat terjadi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang mereka miliki. Kedua, meningkatkan kualitas hidup melalui kesehatan, pendidikan dan ketersediaan lapangan kerja.Â
Budaya hidup sehat dan mengurangi perkawinan sedarah sekurangnya sesama saudara sepupu. Pendidikan berorientasi mutu dengan tetap melestarikan bahasa daerah. Memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan ekonomi yang produktif. Kesehatan, pendidikan, dan lapangan kerja yang baik akan menghasilkan generasi yang cerdas intelektual, emosional, dan kesejahteraan. Terakhir, menjaga kelestarian alam sebagai habitat asli orang Papua. Semoga.
...................
Penulis adalah Kepala P2KSDM (Pusat Penelitian Kependudukan dan Sumberdaya Manusia) Universitas Papua.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI