Mohon tunggu...
Muis Sunarya
Muis Sunarya Mohon Tunggu... Lainnya - Menulis tentang filsafat, agama, dan budaya

filsafat, agama, dan budaya

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Kembali Bom Bunuh Diri Terjadi, Inilah Bahayanya Ekstremisme

13 November 2019   12:20 Diperbarui: 13 November 2019   23:18 180
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: https://www.kompas.tv/live

Ekstremisme adalah pemikiran, sikap, dan tindakan orang atau kelompok orang yang menuntut suatu perubahan serta menentang struktur masyarakat atau negara yang diungkapkan secara keras, termasuk penyebaran stereotipe negatif, paksaan, intimidasi baik individu atau kelompok dalam rangka membangun masyarakat yang homogen sesuai dengan ideologi atau agama tertentu.

Tindakannya mencakup usaha penyebaran, baik daring maupun luring, yang mengajak dan mengumpulkan simpatisan dari membenci golongan atau kelompok tertentu hingga melanggar konsensus bangsa (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI).

Ekstremisme terjadi ketika munculnya wujud tindakan yang menolak perbedaan, eksklusif, membuat dunia kita menjadi masyarakat homogen melalui pemaksaan, intimidasi mayoritas terhadap kelompok atau individu, ataupun ancaman jika tidak mengikuti keinginan kelompok tertentu dengan cara memberikan sanksi sosial ataupun perisakan terselubung. (Sumber).

Bisa juga ektremisme muncul karena dua faktor ini. Pertama, agama sering kali menjadi alat justifikasi dari ketimpangan dan ketidakadilan dalam masyarakat. Terjadilah politisasi agama. Agama menjadi kedok untuk kepentingan politik.

Kedua, wawasan dan pemahaman keagamaan yang rigid dan sempit. Misalnya, pemikiran bahwa mati karena bom bunuh diri itu adalah mati syahid, dijamin masuk surga adalah pemikiran yang keliru dan tak berdasar dalam Islam. 

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun