Proses belajar mengajar di masa pandemi Covid-19 dinilai memberikan tantangan tersendiri, Pandemi menghilangkan proses pembelajaran tatap muka dan menggantikannya dengan proses pembelajaran daring.
Adaptasi baru membuat para tenaga pendidik harus berjuang ekstra keras untuk bisa menyampaikan materi pembelajaran, sehingga para muridnya bisa menyerap materi pembelajaran dengan maksimal.
Tenaga pendidik juga dituntut untuk melakukan terobosan dan kreatif dalam menjalankan proses pembelajaran jarak jauh, sehingga suasana belajar dan mengajar tidak terasa membosankan.
"Belajar online yang saat ini terjadi, itu banyak membuat siswa bosan dan ditambah kurangnya fasilitas yang ada di rumah untuk belajar sistem online. terkait paket pulsa untuk belajar, belum lagi murid atau keluarganya yang tidak memiliki ponsel pintar (smartphone). Jadi terhambat proses belajar dan mengajarnya" Bapak Agus Minggu, (13/06/2021)
Semasa pandemi, proses pembelajaran memang tidak optimal dalam penyampaian materi pembelajaran, karena biasanya materi yang saya sampaikan identik dengan tatap muka dan praktik. Sekarang mau tidak mau harus melalui teknologi media atau tatap muka secara virtual.
Memang, pembelajaran lebih efektif dengan tatap muka. Dengan begitu, para murid bisa bekerja sama dengan temannya, bermain atau berkumpul saat istirahat sekolah, dan bisa bercanda tawa bersama guru sekolah.
Untuk penilaian, tolak ukurnya pastinya berbeda dengan pembelajaran tatap muka, keaktifan siswa dalam pembelajaran juga menjadi pertimbangan
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H