Mohon tunggu...
Zulkifli Muhammad
Zulkifli Muhammad Mohon Tunggu... Penegak Hukum - Just Ordinary People

Menulis untuk sebuah pembebasan...

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pengadilan Undercover: Dari Tuntutan Kesejahteraan, Budaya Feodal Hingga Hati Nurani Rakyat!!!

15 Oktober 2024   08:15 Diperbarui: 15 Oktober 2024   08:19 61
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Menghadapi kondisi dilematis seperti ini ditambah keterbatasan anggaran negara akibat hutang yang menumpuk, tentunya Hakim selain harus optimis dengan upaya yang dilakukan juga harus mampu menarik simpati rakyat. Karena sejatinya seluruh ASN, Pejabat Negara termasuk Hakim diberikan penghasilan oleh negara bersumber dari pajak yang dibayarkan rakyat. Jangan menimbulkan kesan bahwa tuntutan kesejahteraan hakim mengabaikan kepedulian terhadap rakyat. Jika memang ingin agar kesejahteraan itu bisa dinikmati secara berkelanjutan tanpa perlu mengajukan tuntutan-tuntutan yang sama dikemudian hari, maka pondasi kesejahteraan harus terlebih dahulu dibangun secara mapan. Pihak-pihak yang bersentuhan langsung dengan kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa di level bawah harus didukung untuk terlebih dahulu menikmati kesejahteraan. Para Petani, Pekebun, Nelayan, Pedagang, Buruh buruh pabrik, pelaku ekonomi kreatif serta pelaku usaha disemua level harus menjadi pihak yang terlebih dahulu menikmati hasil jerih payahnya secara adil dan manusiawi. Jika mereka hidup dalam kecukupan dengan tentram dan sejahtera, maka kesejahteraan itu akan mengalir dengan lancar melalui kewajiban membayar pajak yang tidak lagi dianggap sebagai beban melainkan panggilan untuk berkontribusi terhadap keberlangsungan penegakan hukum.

Alangkah menyentuhnya jika komunitas hakim yang menuntut kesejahteraan itu juga turut berempati menyuarakan hak rakyat kecil yang termarginalkan,  “kami menuntut peningkatan kesejahteraan, tapi kami tidak ingin kesejahteraan itu mendahului kesejahteraan para petani, nelayan, pedagang dan buruh buruh pabrik”. Yakin dan percaya bahwa tuntutan kesejahteraan itu malah akan mendapat dukungan positif dari seluruh rakyat.

Sebagai penutup mungkin tepatlah apa yang dikatakan Bung Hatta Kalau kita mau memperbaiki hidup maka kita harus memperbaiki moral. Tapi bagaimana mau memperbaiki moral kalau hidup kita sulit ? " Sehingga satu-satunya jalan untuk memperbaiki moral manusia adalah dengan meningkatkan taraf hidupnya yaitu dengan meningkatkan kesejahteraannya.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun