Doodle art merupakan karya seni dengan metode mencoret bebas tanpa fokus pada suatu tema namun memiliki makna. Fungsinya sebagai bentuk penyampaian atau ungkapan perasaan sang empu (pembuat) dengan tampilan menarik dan unik.
Karena batasan dari doodle sebuah coretan, maka UPT SMP Negeri 3 Gresik memilih doodle sebagai alat penyampai aspirasi siswa dalam berbagi berkah ramadan. Jenis doodle diantaranya: doodle bunga, grafiti, animasi, pattern, dan fantasy. Siswa bebas memilih satu jenis doodle.
Lantas maksud dari UPT SMP Negeri 3 Gresik mengusung tema doodle untuk berbagi berkah ramadan, apa alasannya? Kapan dilakukan? Siapa sasarannya? Dikemas dalam kegiatan apa sajakah? Berapa banyak doodle yang dihasilkan? Bermanfaatkah kotak takjil, toh juga dibuang?
Lima pertanyaan tersebut akan dikupas satu per satu.
- Alasan memanfaatkan doodle
1. Mudah
Dibanding melukis dan menggambar, doodle jauh lebih mudah. Terutama bagi siswa yang tidak memiliki passion menggambar.
Karakteristik ratusan siswa tidak dapat disamaratakan, maka untuk memfasilitasi perbedaan diadakan diskusi lisan guna tentukan jenis gambar apa yang hendak dituangkan pada media.
Pilihan satu gambar bebas. Doodle sebagai pilihan kedua. Gambar digital masuk pada pilihan ketiga. Dan terakhir adalah menggambar dengan warna. Hasil polling terbanyak memilih doodle. Maka kegiatan berbagi berkah ramadan menggaet doodle.
2. Irit dan higienis
Irit, sebab hanya membutuhkan spidol hitam ukuran kecil. Doodle identik satu warna yakni hitam. Untuk media yang dipakai hanya kotak takjil ukuran 16 X 12 cm.