Proses pembuatan mesin huler pulper dilakukan oleh kelompok peserta KKN Program Kerja Mesin huler pulper dengan melalui beberapa tahapan. Tahap awal yaitu analisis situasi lapangan dengan mencari potensi yang ada serta menentukan alat yang sesuai dengan potensi tersebut. Kemudian, berdikusi dengan pihak setempat untuk mencapai kesepakatan.Â
Studi kedua dengan melakukan studi literatur dan melakukan  pengamatan. Tata cara uji literatur yaitu dengan cara membaca, mempelajari serta menganalisis kinerja mesin huler pulper. Tahap ketiga, adalah pembuatan desain terbaik yang dapat digunakan dan dikerjakan. Desain mesin dibuat dengan menggabungkan dua alat yaitu mesin huler dan mesin pulper dalam satu kerangka, Gambar 2 ini adalah design konstruksi Mesin Huller Pulper secara 3D.



Setelah keluar, biji yang sudah masuk pulper kemudian dikeringkan sekitar 4-5 jam hingga sedikit mengering, lalu bisa dimasukkan ke mesin huler untuk mengupas biji dari kulit ari serta memisahkan kulit dengan biji. Output dari biji kopi dengan ampas dibuat terpisah dengan memanfaatkan boiler. Hasil uji coba menunjukkan secara keseluruhan mesin bekerja sesuai keinginan dan kebutuhan dan tidak ada kerusakan ataupun kesalahan pengoperasian. Pengaturan kecepatan putaran mesin sangat bergantung kepada putaran motor penggerak (mendeley).
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI