Oleh: Madnur, M.H.*
Tinggal menghitung beberapa jam lagi bulan ramadhan akan datang, ibarat seorang tamu kehormatan yang ditunggu-ditunggu kehadirannya yang akan datang ke suatu tempat, maka semua orang penduduk kota  yang ada di kota tersebut pastinya akan menyambutnya dengan penuh kegembiraan dan kehangatan. Begitu juga dengan bulan ramadhan, salah satu bulan yang ada di dalam bulan hijriyah dan bulan yang ditunggu-tunggu kedatangannya oleh masyarakat muslim di belahan dunia, tidak terkecuali Indonesia yang negaranya sebagai penyumbang muslim terbesar di dunia. Sampai-sampai dalam salah satu hadis menyebutkan tentang spesialnya bulan ramadhan di sebut dengan raja (penghulunya) bulan hijriah, sebagaimana Rasulullah Saw bersabda:
Artinya:Â "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, penghulu segala bulan. Maka selamat datanglah kepadanya. Telah datang bulan shaum membawa segala rupa keberkahan. Maka alangkah mulianya tamu yang datang itu."Â (HR Ath-Thabrani)
Berbicara tentang bulan ramadhan pastinya tidak akan terlepas dari kewajiban puasa ramadhan selama sebulan penuh bagi seorang muslim/mah yang telah mukallaf (seseorang yang sudah terbebani hukum syara). Sebagaimana hadis dari sahabat Umar bin Khatab Ra yang diriwaytakan oleh Imam Muslim bahwa puasa ramadhan merupakan rukun Islam yang ke empat setelah syahadat, shalat dan zakat.
Untuk memaksimalkan ibadah di bulan ramadhan, ada beberapa amalan yang menjadi andalan Rasulullah Saw, para sahabat, dan para salaf al-shalih, baik yang berkaitan dengan amalan yang besrsifat personal maupun sosial di antaranya sebagai berikut:
Pertama, mempelajari dan membaca Al-Quran, ibadah yang satu ini merupakan ibadah yang apabila di lakukan oleh seorang muslim bisa mendatangkan panen pahala yang berlimpah, di dalamnya banyak sekali manfaat dan kebaikan yang bisa didapatkan, membacanya dengan satu huruf saja bisa mendatangkan sepuluh pahala kebaikan terlebih apabila diamalkan ketikan di bulan suci ramadhan tentunya pahalanya akan semakin melimpah ruah, sebagaimana perkataan Rasulullah dalam sabdanya:
"Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al-Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan Alif Laam Miim satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf." (HR. Tirmidzi).
Kedua, melaksanakan shalat sunnah tarawih, shalat sunah yang khusus dijalankan pada bulan ramadhan ini hukumnya adalah sunnah muakkadah (yang sangat dianjurkan) dan memiliki banyak keutamaan, di antaranya adalah diampuni segala dosa yang telah lalu dan apabila dilaksanakan secara berjamaah pahalanya dihitung seperti shalat semalam suntuk. Di antara dalil tentang shalat sunnah tarawih disebutkan dalam hadis di bawah ini:
"Barangsiapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau" (HR al-Bukhari, Muslim, dan lainnya).
Menurut penafsiran dan penjelasan Imam Al-Nawawi kata qaama di situ maksudnya adalah melaksanakan shalat tarawih.
Ketiga, melaksanakan i'tikaf, ibadah yang satu ini merupakan ibadah yang spesial di bulan ramadhan karena ibadah ini biasa dilakukan oleh Rasulullah Saw. Ibadah ini khusus dilakukan di dalam masjid dengan banyak melakukan shalat malam (qiyam al-lail), membaca Al-Quran, berdoa, berdzikir, bershalawat dan ibadah lainnya di dalil hadis tentang itikaf, di antara sebagai berikut:
Sesungguhnya aku melakukan i'tikaf pada sepuluh hari pertama untuk mencari malam ini (lailatul qadar). Kemudian aku melakukan i'tikaf pada sepuluh malam pertengahan bulan, lalu aku didatangi seseorang yang mengatakan kepadaku bahwa lailatul qadar ada pada sepuluh malam terakhir. Barangsiapa di antara kalian yang ingin melakukan itikaf, maka lakukanlah! Lalu orang-orang pun ikut beritikaf bersama beliau.