Banyak yang belum paham tentang perbedaan khilafah dan kerajaan dalam peradaban islam.
Karena banyak yang beranggapan kalau Ottoman adalah kekhilafahan terakhir. Berikut ini saya akan menjelaskan secara detail dengan berbagai sumber yang jelas.
Pada hadist riwayat HR. Ahmad 22568, HR. Turmudzi 2390, dan HR. Ibnu Hibban 6943 dari Safinah pembantu Nabi Muhammad SAW.
Nabi Muhammad SAW bersabda, "khilafah di tengah umatku selama 30 tahun, kemudian setelah itu diganti kerajaan".
Hadits tersebut menjelaskan bahwa khilafah hanya berlangsung selama 30 tahun. Dimulai dari kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shiddiq hingga Hasan bin Ali. Dan itu semua sesuai fakta dan data sebagai berikut.
1. Abu Bakar Ash-Shiddiq (2 tahun 3 bulan)
2. Umar bin Khattab (10 tahun 6 bulan)
3. Utsman bin Affan (12 tahun)
4. Ali bin Abi Thalib (4 tahun 9 bulan)
5. Hasan bin Ali (6 bulan)
Setelah masa kekhilafan selesai, orang yang menjadi raja dalam peradaban islam pertama kali ialah Mua'wiyah bin Abi Shofyan.
Hal itu terjadi saat penyerahan kepemimpinan dari Hasan bin Ali kepada Mua'wiyah, yang disebut Amul Jama'ah atau tahun perdamaian. Berikut ini yang membedakan antara kekhilafahan dan kerajaan dalam peradaban islam.
Khalifah adalah seorang pemimpin yang sama sekali tidak mengambil manfaat dari kekuasaannya untuk kepentingan pribadi, sekalipun itu dalam hal yang mubah. Namun, digunakan untuk mendukung agama Allah SWT, dan mengajak kaumnya untuk mengamalkan yang wajib dan sunnah, serta meninggalkan yang haram.
Sementara untuk Raja, dia mengambil sebagian manfaat dari kekuasaanya untuk kepentingan pribadi. Karena itu, raja pertama dalam peradaban islam adalah Mu'awiyah bin Abi Shofyan. Sekalipun beliau seorang sahabat, namun beliau bukanlah khalifah.
Sistem kerajaan inilah yang terkadang sering menimbulkan perselisihan dan perpecahan antara umat muslim. Sehingga menimbulkan perang saudara antar kerajaan islam demi memperluas kekuasaannya.