Mohon tunggu...
Muhammad Al Bushairi
Muhammad Al Bushairi Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 20107030015

Perkenalkan Nama Saya Muhammad Al Bushairi, saya berasal dari Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Meski di Tengah Pandemi, Peringatan Haul Guru Lok Bangkai ke-23 Tetap dilaksanakan

22 Maret 2021   22:21 Diperbarui: 22 Maret 2021   22:34 3971
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber foto: MT Al-Ikhwan Amuntai

Majelis Ta'lim Al-Ikhwan menggelar acara peringatan haul Tuan Guru KH. Ahmad Riduan (Guru Lok Bangkai) ke-23 yang akan dihadiri oleh sejumlah ulama dan masyarakat kota Amuntai dan sekitarnya.

Acara ini dilaksanakan dua hari, yakni pada tanggal 22 maret 2021 M. yang bertepatan dengan tanggal 9 Sya'ban 1442 H. di dalam kubah makam Guru Lok Bangkai dan hari berikutnya yaitu pada tanggal 23 Maret 2021 M. yang bertepatan dengan tanggal 20 Sya'ban 1442 H. yang bertempat di Majelis Ta'lim Al-Ikhwan.

Haul Guru Lok Bangkai merupakan acara peringatan hari wafatnya KH. Ahmad Riduan atau Guru Lok Bangkai. Lok Bangkai merupakan nisbat dari tempat lahir dan tempat tinggal beliau yaitu Desa Lok Bangkai, Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan.

Guru Lok Bangkai
Guru Lok Bangkai

Meski di tengah pandemi covid-19 haul ini dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesahatan.sehingga jamaah yang hadir diwajibkan membawa masker dan alas duduk masing-masing. Jumlah jamaah pun juga dibatasi sehingga tidak semua orang dapat berhadir ke tempat acara peringatan haul.

Acara ini juga disiarkan langsung di channel youtube Majelis Ta'lim Al-Ikhwan amuntai dan siaran Tv Lokal, sehingga jamaah yang tidak dapat menghadiri ke tempat acara berlangsung juga dapat mengikuti rangkain acara peringtan haul dirumah masing-masing.

Dihari pertama rangkaian acara cukup singkat diawali dengan pembacaan Surah Yasin, Zikir Nasyid, Doa Haul, Sholawat dan sebagainya.

Dimalam berikutnya yaitu puncak dari peringatan haul ke-23 dihadiri ulama luar daerah, yaitu Habib Alwi bin Ali bin Alwi Al-Habsyi dari Solo, selain itu juga dihadiri oleh rombongan maulid habsyi dari Sekumpul yang dipimpin oleh Guru H. Muhammad Fahmi, dan Qori dari Kota Balikpapan Yaitu Guru H. Mahmud Al-Banjari.

Ditahun 2020 acara peringatan haul Guru Lok Bangkai ditiadakan karena mengingat tingginya angka kasus korban positif Covid-19. Terakhir dilaksanakan yakni ditahun 2019 dengan jumlah jamaah hadir lebih dari ribuan orang yang datang dari berbagai daerah di Kalimantan. Ditahun 2021 ini dilaksanakan membuat warga setempat senang karena dapat menjamu jamaah dengan makanan dan minuman gratis karena suatu kehormatan dapat menjamu jamaah dari luar daerah.

Walau masih asing ditelinga, mari kita mengenal sosok Tuan Guru KH. Ahmad Riduan atau Guru Lok Bangkai.

Nama lengkap beliau Al-Mukarram KH. Ahmad Riduan bin KH. Ahmad Dahlan bin As'ad. Ibu beliau bernama Hajjah Muntiara bin H. As'ad binti Zainab binti Tuan Guru KH.Muhammad Tayyib (Datu Taniran) bin KH. As'ad bin Syarifah binti Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Beliau memiliki silsilah keluarga baik. Dari ayah maupun ibu merupakan keturunan dari ulama terkemuka di Kalimantan. Beliau dilahirkan pada tanggal 14 ramadhan tahun 1365 hijriah. 

Semasa kecil beliau sekolah di Sekolah Rakyat atau disebut "SR". kemudian beliau melanjutkan ke sebuah Pondok yang termasuk Pondok Pesantren terbaik di Indonesia, yaitu Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah yang didirikan oleh Tuan Guru KH. Abdurrasyid yang merupakan alumnus Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir pada tahun 1922. Setelah menempuh Pendidikan disana, semangat menunutut ilmu masih menggema didalam diri beliau sehingga meneruskan Pendidikan ke Pondok Pesantren Darussalam.

Pondok Pesantren Darussalam Martapura juga termasuk Ponpes terbaik di Indonesia karena banyaknya alumnus dari Pondok ini menjadi Ulama besar. Ponpes ini didirikan oleh KH. Jamaluddin pada tahun 1914 M. yang termasuk pondok tertua di Kalimantan, KH. Jamaluddin merupakan seorang ulama terkemuka pada zaman itu. Pendiri sekaligus pimpinan pertama Pondok Pesantren Darussalam.

Selama belajar di kampung orang. Beliau berguru kepada ulama-ulama yang keilmuannya tidak diragukan lagi, seperti Tuan Guru KH.Anang Sya'rani Arif Kampung Melayu ,Tuan Guru KH Salim Ma'ruf, Tuan Guru KH. Husien Qadri, Tuan Guru KH. Abdul Qadir Hasan, Tuan Guru KH.Salman Mulya, dan masih banyak lagi.

Beliau juga memiliki guru khusus yaitu Al'alim Allamah Tuan Guru KH.Muhammad Zaini bin KH.Abdul Ghani atau Guru Sekumpul. Beliau diajarkn ilmu-ilmu agama sekaligus dididik dan diberikan ijazah amalan-amalan, thoriqat yang sanad-sanadnya bersambung kepada baginda Rasulullah SAW.

Sebelumnya Guru Sekumpul bermimpi ada seorang laki-laki yang menyerahkan anaknya dan meminta kepada Guru Sekumpul agar mendidik anaknnya. Dan setelahnya Guru Lok Bangkai melanjutkab sekolah ke Ponpes Darussalam sehingga bertemulah dengan Guru Sekumpul yang waktu itu masih menjadi salah satu Guru di Pondok Pesantren Darussalam.

Guru Lok Bangkai dan Guru Sekumpul
Guru Lok Bangkai dan Guru Sekumpul

Terjadilah dialog diantara keduanya. yang isinya kurang lebih seperti ini:

ikam adalah ba isi gambar abah mu...(kamu punya foto Ayahmu )

ujar Tuan Guru KH.Ahmad Riiduan ada ai, tapi di Amuntai..(Kata Tuan Guru Ahmad Riduan "ada tapi di Amuntai )

ujar Abah guru sekumpul kena bawa kayah aku,aku handak melihat gambar abah mu.(kata Abah Guru sekumpul "nanti bawa ketempat ku,aku mau melihat foto ayahmu )

ujar Tuan Guru KH.Ahmad Riduan inggih, lalu beliau bulik ma ambil, lalu di lihatakan lawan abah guru,(ujar Tuan Guru KH.Ahmad Riduan Iya,lalu beliau pulang ke kampung dan mengambil foto ayahnya dan diperlihatkan kepada Abah Guru sekumpul)

neh ya ai orangnya nang manamui aku dalam mimpi, ujar abah guru,iya ikam anaknya, manyambat Guru Riduan (setelah melihat foto tersebut berkata "betul memang orang ini yang datang menemuiku di dalam mimpi )

Ternyata yang menemui Abah guru sekumpul itu ialah abahnya Tuan Guru KH.Ahmad Riduan yaitu Tuan Guru KH. Ahmad Dahlan. Sumber : https://aladamyarrantawie.blogspot.com/2012/12/al-mukarram-tuan-guru-khahmad-riduan.html?view=classic

KH. Ahmad Dahlan
KH. Ahmad Dahlan

Sehingga ikatan diantara kedua menjadi sangat rapat anatara guru dan murid. Kurang lebih belajar selama 12 tahun menimba ilmu di Kota Martapura, kemudian Guru sekumpul memanggil beliau dan menyuruh melakukan aktivitas sebagai pedagang. Karena adab murid terhadap guru beliau selalu mendengarakan dan mengerjaka apa perkataaan Guru Sekumpul.

Pada suatu waktu Guru Sekumpul memerintahkan sekaligus memberi ijin kepada beliau untuk membuka Majelis Ta'lim dan Majelis Maulid Al-Habsyi di Amuntai pada tahun 1986. Beliau juga orang pertama yang memperkenalkan Maulid Al-Habsyi di  wilayah Amuntai.

Tuan Guru KH. Ahmad Riduan wafat pada tanggal 5 Desember 1998 M. bertepatan dengan tanggal 15 sya'ban 1419 H, di rumah sakit Sari Mulya Banjarmasin kemudian di bawa ke Martapura untuk dimandikan dan dikafani serta di sholatkan oleh guru beliau langsung yaitu Abah guru sekumpul,setelah itu jenazah diberangkatkan menuju kota Amuntai.

Setelah beliau wafat Majelis Talim diteruskan oleh Guru H. Ahmad Junaidi atau Guru Anum yang merupakan putra dari Guru Lok Bangkai. Sampai sekarang jamaahnya terus bertambah dan semakin banyak.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun