Literasi merupakan kemampuan seseorang dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Belakangan ini para pendidik mengeluhkan rendahnya kemampuan literasi peserta didik. Dalam beberapa penelitian menyebutkan rendahnya kemampuan literasi peserta didik tidak terlepas dari faktor kamajuan teknologi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi atas rendahnya literasi peserta didik antara lain lingkungan dan iklim belajar, miskonsepsi, pembelajaran tidak konstekstual, rendahnya kemampuan membaca peserta didik, pengaruh media sosial, informasi instan, terlalu banyak hiburan. Dari beberapa faktor yang sudah disebutkan peran pendidik sangat dibutuhkan. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah rendahnya kemampuan literasi peserta didik adalah dengan menerapkan model pembelajaran problem base learning.
Model pembelajaran Problem Base Learning (PBL) atau pembelajaran berbasis masalah adalah sebuah model pembelajaran yang mengenalkan peserta didik pada sebuah kasus yang memiliki keterkaitan dengan materi yang akan dibahas. Kemudian peserta didik akan di ajak untuk mencari solusi untuk menyelesaikan kasus tersebut. Ciri dari model pembelajaran ini adalah bersifat students center atau pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Keunggulan dari pembelajaran ini yaitu dapat diselesaikan dengan waktu pendek dan hasil akhirnya yaitu siswa memiliki kemampuan untuk dapat memecahkan masalah, tentu dalam hal ini siswa memerlukan analisis dan diskusi serta mencari berbagai sumber informasi sehingga harapannya kemampuan literasi peserta didik akan meningkat.
Model pembelajaran PBL dilaksanakan dengan 5 tahapan penting didalamnya antara lain sebagai berikut :
- Orientasi masalah, pada tahapan awal ini peserta didik akan disajikan sebuah kasus atau permasalahan yang dapat merangsang siswa untuk meningkatkan rasa ingin tahu dan berpikir kritis terhadap kasus yang disajikan.
- Pengorganisasian peserta didik, setiap siswa akan di minta untuk membentuk kelompok dengan temanya agar pemecahan masalah mudah dilakukan. Siswa dalam kelompoknya akan saling berdiskusi dan mencari sumber informasi untuk memecahkan masalah.
- Membimbing penyelidikan, guru melakukan pembimbingan untuk mendorong peserta didik dalam pengumpulkan informasi yang relevan. Pada tahapan ini guru dapat memberikan lembar kerja peserta didik (LKPD) untuk memandu siswa dalam menganalisis pendalaman materi.
- Menyampaikan hasil, tahap ini peserta didik dalam kelompok membuat laporan terkait data hasil penyelidikan yang sudah dilaksanakan. Masing-masing kelompok dapat menyampaikan hasil yang sudah mereka peroleh dari penyelidikannya. Guru akan melakukan penilaian setiap kelompok.
- Tahap terakhir guru akan meminta untuk mengevaluasi serta refleksi diri atas kegiatan yang telah mereka lakukan. Kegiatan evaluasi dapat dilakukan dengan pemberian beberapa soal evaluasi untuk mengukur tingkat pemahaman materi dari peserta didik.
Demikianlah salah satu solusi yang dapat dilaksanakan bapak ibu guru dalam hal mengatasi masalah rendahnya kemampuan literasi peserta didik di sekolah bapak ibu ya...
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H