Mohon tunggu...
Muammar Qadafi Mustari
Muammar Qadafi Mustari Mohon Tunggu... Guru - Guru/Dosen

always the best

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Koneksi Antar Materi Modul 1.4

18 Juli 2023   07:16 Diperbarui: 28 Juli 2023   12:52 608
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

D. Pengalaman seperti apakah yang pernah Anda alami terkait penerapan konsep-konsep inti dalam modul Budaya Positif baik di lingkup kelas maupun sekolah Anda?

Pengalaman yang saya alami terkait penerapan konsep-konsep inti dalam moduk budaya positif baik di lingkup kelas maupun sekolah adalah menggunakan segitia restitusi dengan posisi kontrol sebagai manajer. Dan hambatan dan tantangan saya masih berbenturan pada beberapa guru yang masih berparadigma bahwa kontrol penghukum adalah Tindakan yang paling efektif untuk mendisiplikan murid. Sehingga saya butuh pendekatan khusus secara persuasif untuk berdiskusi dalam membangun pemahaman tentang disiplin positif dan budaya positif.

E. Bagaimana perasaan anda ketika mengalami hal tersebut?

Perasaan saya ketika mengalami hal tersebut, saya merasa mempunyai kewajiban untuk menyebarkan pemahaman tentang budaya positif baik di kelas maupun di sekolah. Terutama pada hal paradigima kontrol penghukum dan penggunaan segitiga restitusi dalam setiap pemecahan penyimpangan yang terjadi pada murid. Saya merasa mempunyai kewajiban kepada setiap warga sekolah untuk menyebarkan pemahaman bahwa setiap murid mempunyai kebutuhan dasar, dan jika kebutuhan dasar tersebut terpenuhi maka tidak aka nada penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Maka dari tersebut untuk memenuhi segalam kebutuhan murid dalam hal penyimpangan tentunya dibutuhkan segitiga restitusi yang bisa menstabilkan identitas sampai pada keyakinan diri murid.

F. Menurut Anda, terkait pengalaman dalam penerapan konsep-konsep tersebut, hal apa sajakah yang sudah baik? Adakah yang perlu diperbaiki?

Hal baik yang sudah saya lakukan yaitu adanya peraturan yang sudah mengikat, tinggal bagaimana saya mengubah peraturan tersebut menjadi sebuah keyakinan, baik keyakinan kelas maupun keyakinan sekolah.

Adapaun hal yang perlu saya perbaiki yaitu mengubah mindset diri saya sendiri agar saya bisa menjadi posisi kontrol sebagai penghukum dan pemberi penghargaan menjadi sebuah guru yang bisa mengambil peran sebagai manajer.

G. Sebelum mempelajari modul ini, ketika berinteraksi dengan murid, berdasarkan 5 posisi kontrol, posisi manakah yang paling sering Anda pakai, dan bagaimana perasaan Anda saat itu? Setelah mempelajari modul ini, posisi apa yang Anda pakai, dan bagaimana perasaan Anda sekarang? Apa perbedaannya?

Sebelum mempelajarai modul ini, ketika berinteraksi kadang-kadang saya memakai posisi kontrol sebagai penghukum, dan lebih sering menggunakan posisi kontrol sebagai pemantau. Perasaan saya saat itu ialah saya merasa mampu mengendalikan murid dan mendisiplinkan mereka seperti yang saya inginkan. Tetapi saya merasa, sikap disiplin tersebut hanya muncul jika ada saya. Setelah mempelajari modul ini, posisi yang saya pakai adalah posisi kontrol sebagai manajer. Perbedaannya saya lebih bisa menguasai emosi, permasalahan menemukan solusi dari murid sendiri, dan murid terlihat lebih senang.

H. Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan segitiga restitusi ketika menghadapi permasalahan murid Anda? Jika iya, tahap mana yang Anda praktekkan dan bagaimana Anda mempraktekkannya?

Sebelum mempelajari modul ini saya pernah menerapkan segitiga resitusi, namun beda instilah saja dan Langkah-langkah tidak teratur serta tidak ada tujuan dan indikator yang jelas. Sehingga apa yang saya lakukan tanpa arah dan tujuan. Dan outpun dari apa yang saya lakukan tidak berdasarkan pada keyakinan kelas dan tidak termotivasi pada dalam murid, motivasi saya hanya bagaimana murid bisa disiplin dan tidak melanggar peraturan dan mengabaikan motivasi intrinsiknya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun