Lagi viral wacana Indonesia keluar dari AFF. Isu itu pertama kali diwacanakan Pak Sumardi, Exco PSSI.Â
Pak Sumardi menjadi lebih sohor sejak dipukul official Timnas Thailand waktu laga final melawan Timnas kita di Sea Games tahun 2022 lalu.
Ya, bisalah dipertimbangkan. Kenapa tidak? Kira-kira begitu ujaran Pak Sumardi tentang kemungkinan Indonesia keluar dari AFF.
Alasannya simpel.Â
Pertama, piala AFF tidak masuk kalender FIFA. Karena itu mau juara tiap tahun pun, gak ngaruh sama peringkat FIFA. Cuma buat bekal sombong-sombongan aja di bawah tempurung Asia Tenggara.
Kedua, tiap kali berlaga di Piala AFF segala kelompok umur, Indonesia selalu dicurangi wasit, sehingga peluang memenangkan laga menyempit. Sebabnya Timnas kita bertanding melawan 15 orang: 11 orang pemain lawan, 1 orang wasit, dan 2 orang hakim garis.
Ketiga, tiap kali berlaga, terutama melawan Vietnam dan Thailand, pemain-pemain kita yang cakep-cakep itu selalu babak-belur kena tendangan, sepakan, jegalan, pukulan, sikutan, dan sundulan pemain lawan. Main bola kok kualitas tawuran, ya.
Udahlah, AFF gak lepel untuk kita. Lepel kita minimal Piala Asia. Kira-kira begitulah kata-kata motivasi, atau sebenarnya provokasi, yang diteriakkan pecinta buta Timnas kita.Â
Semboyan mereka, kalaupun Timnas kita kalah, mbok yao jangan di lepel Piala AFF. Tanggung banget. Kalah itu ya minimal di lepel Piala Asia atau, maksimal di Piala Dunia-lah. Bisa dimaafkan, tuh.
Okelah. Itu tadi tiga alasan, ya. Tapi masa karena alasan-alasan itu Indonesia mesti mundur dari AFF, sih? Cemen banget!