Mohon tunggu...
Agustini
Agustini Mohon Tunggu... Guru - Guru Blogger

Profesi sebagai guru telah dijalani dua puluh tahun yang lalu. Bangga menjadi guru.Hobby menulis, banyak kata-kata yang tak mampu dilengakapi oleh kalimat yang keluar melalui bibir. Maka, menulis adalah cara aku berbicara dengan lantang. Hidup seperti awan diatas langit yang terombang-ambing oleh angin lalu dihempaskan ke bumi dalam bentuk hujan. Dan ingin menjadi air hujan yang menuduhkan hati yang gundah dengan suaranya, menyuburkan tanaman dengan air yang bermanfat, mengalirkan sungai dan membasahi tanah yang tandus.

Selanjutnya

Tutup

Worklife

Pemilik Dua Muka

8 Juni 2023   23:04 Diperbarui: 9 Juni 2023   08:01 283
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://canva.me/Jf1wau3msAb

Suasana ruang kantor sebuah perusahan di negeri Antah Berantah, yang terpencil jauh dari jalan utama terlihat sepi. Bukan karena tidak ada penghuninya. Namun, ruang yang berfungsi untuk istirahat itu jarang dikunjungi oleh pegawai di sana. Meskipun demikian, ada satu penghuni setia yang selalu berada di ruang tersebut. Sayangnya, lelaki separuh baya itu dicurigai sebagai 'mata-mata' tajam dan 'bertelinga panjang'.  Sehingga , pegawai di sana memilih tempat 'aman' untuk beristirahat sambil ngobrol. Sebab, beberapa kali si 'pemilik muka dua itu' membuat 'pengaduan' yang menyebabkan atasan salah paham kepada para pegawainya.

Lingkungan kerja yang nyaman dan aman menjadi dambaan . Dengan kesibukkan dan rasa lelah tentu menyebabkan para pekerja menjadi lebih mudah tersulut 'emosi'. Apalagi ditambah dengan 'kesalahpahaman' antara atasan dan bawahan yang menjadikan para pegawai  saling mencurigai, kebebasan 'bersuara' yang dirampas. Perasaan saling menghargai dan menghormati tergantikan dengan rasa was-was. Bayangkan bagaimana bisa bekerja maksimal dengan lingkungan yang  Toxic ?

Pemilik muka dua atau penjilat pasti akan selalu mengisi bangku-bangku di ruang kantor manapun. Ayo, kita kenali siapa penjilat itu ? Berikut ciri-ciri penjilat yang perlu kamu ketahui :

  •  Selalu ingin tahu urusan orang lain.
  •  Memuji atasan secara berlebihan
  •  Hanya tampil baik dihadapan atasan
  •  Memberikan Argumen yang tidak sesuai kapasitas
  •  Menjelekkan Karyawan lain saat kumpul
  •  Hanya mendukung di depan dan menjatuhkan dibelakang
  •  Menyombongkan kemampuan yang tidak seberapa
  •  Memberikan pendapat meskipun tidak diminta
  •  Iri atas pencapaian orang lain. 

Ibongtalks nama akun di Instagram  konten kreator  di reels  nya, memberikan lawakkan yang segar mengenai sang penjilat.

Pengen naik jabatan cepat tapi skill biasa saja ? Penjilat solusinya. Karena penjilat Peningkatan karir dan gaji kilat. Caranya Mudah: (1). Jadilah orang yang suka puji atasan dan peduli sama kehidupannya. (2) Cari kesalahan rekan kerja dan laporin keatasan. (3) Selalu cari muka di depan atasan. (4) Atasan kamu maunya apa, iya-in ajah, ingat kebahagian atasan segala-galanya. (5) Curi ide teman dan perhatian atasan. 

Semoga di ruang kantor kita, tidak ada si'pemilik dua muka' seperti di negeri Antah Berantah di atas. Karena sipenjilat ini sangat pintar memasang wajah manis dihadapan kita dan sangat sulit untuk mendeteksi orang-orang seperti ini, kecuali dengan mengenali ciri-cirinya.  Berhati-hati pula mencari teman-teman dekat atau curhat dengan teman dan tempat yang salah.

Ayo jilat terus sampai bersih...  

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun