Lahir pada tanggal 7 April 1917, di Kotaraja Aceh, yang sekarang bernama Banda Aceh. Beliau merupakan anak bungsu dari delapan bersaudara dari satu ibu dan dua lagi dari lain ibu. Hidup berpindah -- pindah ke saudara -- saudra nya. Dan pada enam tahun kembali lagi ke Kotaraja dan bersekolah di sekolah bentukan Belanda yakni HIS (Hollands Inlandse School).
Pada waktu itu tahun 1923. Hidupnya keadaan yatim setelah ditinggalkan ayahnya, B.M Diah kecil sering disebut Muhammad Yatim dan sangat disayang oleh pemuka agama Islam, dan ahirnya mengikuti pembelajaran Bahasa Arab di Masjid Aceh.
Setelah menyelesaikan HIS nya, beliau melanjutkan sekolah di Taman Siswa Medan. Terdapat hal yang penting menurutnya dalam lanjutan sekolahnya ini. Sebelumnya beliau sekolah di sekolah atau pendidikan bentukan Belanda namun tingkat selanjutnya beliau melanjutkan pendidikan bentukan Indonesia.
Sekolah yang menurutnya adalah sekolah yang sangat bagus dan sangat penting bagi bangsa Indonesia, karena di dalamnya sangat ditanamkan semangat kebangsaan dan kebanggan terhadap bangsa sendiri.
Namun dalam perjalananya Taman Siswa terpecah menjadi dua yakni Taman Siswa dan Perguruan Rakyat, banyak yang memilih pergi namun B.M Diah dan beberapa temanya tetap mengikuti pembelajaran sampai menyelesaikan sekolah setingkat SMP, lalu beliau melanjutkan pendidikan di Jakarta yakni SMA Muhammadiyah dan Taman Dewasa namun dikatakan bahwa hanya bertahan beberapa minggu saja karena dianggap tidak cocok denganya dan beliau melanjutkan kehidupanya merantau di Jakarta.
Suatu saat beliau mengirimkan surat kepada sekolah setingkat AMS lagi, dan terdapat dua pilihan yakni sekolah perdagangan dan jurnalistik, dan pada ahirnya beliau mengikuti kelas Jurnalistik yang dikelola Douwess Dekker di Bandung, bernama "Middlebare Journalisten School"
Dalam Masa PerjuanganÂ
Dalam Perjalanan kariernya yang menjadi sorotan adalah pekerjaanya menjadi seorang wartawan. Karirnya ini dimulai setelah menyelesaikan sekolah kejuruanya yakni di Ksatriaan Institut di Bandung dimana pengelolanya adalah Douwess Dekker juga.
Perjalanan karir nya melanglang buana seperti dalam masa perjuangan kemerdekaan Negara, memang media cetak menjadi hal yang sangat vital bagi pertumbuhan sebuah Negara. Bias dikatakan memang beliau merupakan sosok wartawan yang sangat diperhitungkan, baik dari kinerja nya, pemikiran, dan kreativitasnya. Hal ini menjadikan beliau menjadi seseorang yang diberikan tempat dan kedudukan yang tinggi dalam jajaranya.
Sosok B.M Diah juga merupakan sosok yang dekat dengan para petinggi Negara dan hadir dalam beberapa kegiatan penting Negara seperti beberapa perundingan dengan pihak belanda bahkan hadir dalam perumusan Proklamasi dan menjadi tokoh penting atas jasa yang beliau lakukan saat itu.
Selanjutnya dalam perjuangan terbentuk dan terciptanya proklamasi, terjadi beberapa peristiwa, diantaranya yakni penculikan Ir. Soekarno dan Moh. Hatta ke rengasdengklok. Hal ini tidak lain karena para pemuda geram atas tidak adanya gerakan yang dilakukan tokoh nasional atas peluang yang ada, para pemuda meminta Ir. Soekarno dan Moh. Hatta membacakan proklamasi saat itu juga.