Permasalahan makam yang ada di Jakarta bisa jadi juga disebabkan oleh hal yang serupa di kota-kota besar lainnya.
Permasalahan lahan pemakaman yang tidak kunjung selesai itu ternyata menjadi salah satu peluang bisnis bagi pengusaha. Salah satu bisnis pemakaman mewah yang dikenal adalah San Diego Hills, sebuah tempat pemakaman mewah di Indonesia yang terletak di Karawang, Jawa Barat.
Dilansir dari situs San Diego Hills, harga lahan pemakaman di tempat ini menyentuh angka ratusan juta hingga miliyaran rupiah. Sebuah harga yang sangat fantastis untuk ketenangan seseorang menikmati tidur panjangnya.
Di desa permasalahan pemakaman secara umum tidak terlalu bermasalah. Di desa saya, misalnya, telah tersedia sebuah lahan tempat pemakaman yang telah digunakan selama puluhan tahun. Bahkan bisa jadi telah berumur ratusan tahun.
Sejak kecil saya telah menyaksikan tempat pemakaman tersebut dihampari batu nisan yang sudah berjubel.
Warga yang memanfaatkan lahan itu sebagai lokasi pemakaman keluarga yang meninggal dunia, paling tidak, berasal dari dua sampai tiga desa. Tidak ada ketentuan atau syarat yang harus dipenuhi untuk seseorang untuk dimakamkan di lahan tersebut.
Orang yang meninggal dunia tidak perlu memiliki KTP atau kartu keluarga, dan catatan administratif lainnya sebagai warga setempat.
Sebagai catatan, tidak ada manajemen kavling pada pemakaman tersebut. Secara umum, setiap keluarga memang memiliki titik tertentu di lahan pemakaman untuk memakamkan keluarganya.
Misalnya, pada titik pemakaman keluarga saya terdapat makam ibu, saudara, kakek, dan nenek, sampai buyut. Semua keluarga saya yang meninggal dikuburkan pada titik itu.
Bagaimana caranya? Apakah titik pemakaman keluarga saya bertambah luas? Tentu saja tidak mungkin menambah luas area pemakaman suatu keluarga. Bagaimana caranya?
Jadi begini. Dalam pembuatan liang lahat sangat dihindari menggunakan bahan bangunan seperti batu-bata apalagi campuran semen dan pasir. Liang lahat hanya digali begitu saja sesuai ukuran jenazah.