PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION DALAM MEMCAHKAN MASALAH PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN PPKN SMP/MTs.
OLEH :
MOH. MUTAWALLI
NIM. E1B112062
BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Pada awal perkembangannya, PBI lebih dikenal dengan istilah Problem Based Learning (PBL). PBL merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menghadapkan siswa pada masalah dunia nyata untuk belajar. PBI pertama kali dikembangkan pada pendidikan kedokteran awal tahun 1970 han.
Barbara J. Duch (1995) mengemukakan In problem-based learning (PBL), student are presented with an interesting, relevant problem “up front”, so that they can experience for themselves the process of doing science.
Gagne (dalam Selcuk et al., 2008) mengungkapkan bahwa bidang pendidikan mempunyai tujuan untuk membelajarkan siswa dalam memecahkan berbagai permasalahan, baik permasalahan yang bersifat matematis, fisis, kesehatan, sosial dan penyesuaian diri. Pendidikan mengharapkan bahwa melalui proses pembelajaran yang sering menghadapkan siswa dalam suatu permasalahan, kemampuan pemecahan masalah siswa akan berkembang.
Belajar hapalan kurang memberdayakan kemampuan berpikir siswa, sehingga implikasinya adalah kemampuan pemecahan masalah siswa tidak dapat berkembang secara optimal. Kenyataan yang terjadi adalah siswa cenderung berusaha untuk mencocokan rumus-rumus secara coba-coba untuk situasi masalah yang ditemui dan cenderung untuk memilih soal yang bersifat kuantitatif daripada soal yang bersifat kualitatif/konseptual (Selcuk et al., 2008).
2.1Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas dapat dirumuskan masalah-masalah yang ingin dipecahkan peneliti sebagai berikut.
1.Apakah ada pengaruh model pembelajaran PBI (Problem Based Instruction) dalam memecahkan masalah pembelajaran pada mata pelajaran PPKN SMP/MTs.
2.Ciri-ciri model pembelajaran PBI (Problem Based Introduction).
3.Bagaimanakah langkah – langkah model pembelajaran PBI (Problem Based Introduction)
3.1Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah diatas maka dapat dirumuskan beberapa tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti antaralain.
1.Mendeskripsikan secara komperhensip hakikat model pembelajaran Problem Based Introductions (PBL).
2.Mendeskripsikan cirri-ciri model pembelajaran Problem Based Intructin (PBI)
3.Mendeskripsikan bagaimanakah langkah – langkah mengatasi masalah pembelajaran pada mata pelajaran PPKN dengan mengunakan model pembelajaran PBI (Problem Based Introduction)
4.1Manfaat penelitian.
Penelitian ini bermanfaat bagi guru dan siswa antara lain
Bagi siswa
1.Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik.
2.Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain.
3.Dapat memperoleh dari berbagai sumber.
4.Siswa berperan aktif dalam Kegiatan Belajar Mengajar.
5.Siswa lebih memahami konsep matematika yg diajarkan sebab mereka sendiri yang menemukan konsep tersebut.
6.Melibatkan siswa secara aktif memecahkan masalah dan menuntut keterampilan berfikir siswa yang lebih tinggi.
7.Pembelajaran lebih bermakna.
8.Siswa dapat merasakan manfaat pembelajaran matematika sebab masalah yang diselesaikan merupakan masalah sehari-hari.
9.Menjadikan siswa lebih mandiri.
10.Menanamkan sikap sosial yang positif, memberi aspirasi dan menerima pendapat orang lain.
11.Dapat mengembangkan cara berfikir logis serta berlatih mengemukakan pendapat.
Bagi guru
1.Dapat meningkatkan strategi dan keterampilan mengajar.
2.Guru dapat menambah wawasan tentang bagaimana mengatasi masalah sesuai dengan bentuk dan karakteristik masalah.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Hakikat Model Pembelajaran Problem Based Introductions (PBL).
Problem-based instruction adalah model pembelajaran yang berlandaskan paham konstruktivistik yang mengakomodasi keterlibatan siswa dalam belajar dan pemecahan masalah otentik. Dalam pemerolehan informasi dan pengembangan pemahaman tentang topik-topik, siswa belajar bagaimana mengkonstruksi kerangka masalah, mengorganisasikan dan menginvestigasi masalah, mengumpulkan dan menganalisis data, menyusun fakta, mengkonstruksi argumentasi mengenai pemecahan masalah, bekerja secara individual atau kolaborasi dalam pemecahan masalah.
Barbara J. Duch, (2011 : 39) menjelaskan bahwa “Problem-based learning model of instruction is based constructivist understanding that accommodate student involvement in learning and solving authentic problems. In obtaining information and developing an understanding of these topics, students learn how to construct the framework of the problem, organize and investigate problems, collect and analyze data, compile facts, construct an argument about problem solving, working individually or in collaborative problem solving.In other words, this learning model raised an actual problem as a challenging and exciting learning. Learners are expected to learn to solve the problem fairly and objectively” yang berarti bahwa Problem-based instruction adalah model pembelajaran yang berlandaskan paham konstruktivistik yang mengakomodasi keterlibatan siswa dalam belajar dan pemecahan masalah otentik. Dalam pemerolehan informasi dan pengembangan pemahaman tentang topik-topik, siswa belajar bagaimana mengkonstruksi kerangka masalah, mengorganisasikan dan menginvestigasi masalah, mengumpulkan dan menganalisis data.
2.5 Ciri-Ciri Model Pembelajaran Problem Based Introduction (PBI)
1.PBI merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran, artinya dalam implementasi PBI ada sejumlah kegiatan yang harus dilakukan siswa.
2.Aktivitas pembelajaran diarahkan untuk menyelesaikan masalah. PBI menempatkan masalah sebagai kata kunci dari proses pembelajaran. Artinya, tanpa masalah maka tidak mungkin ada proses pembelajaran.
3.Pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan pendekatan berpikir secara ilmiah. Berpikir dengan menggunakan metode ilmiah adalah proses berpikir deduktif dan induktif
2.6 Langkah-Langkah Pembelajaran Problem Based Introduction (PBI).
a.Pendahuluan.
I.Orientasi siswa pada masalah yaitu :
i.Guru menjelaskan rencana kegiatan dengan menjelaskan materi yang akan dipelajari pada saat itu dengan memberikan tugas untuk eksperimen, siswa mempersiapkan eksperimen.
ii.Menjelaskan logistik yang dibutuhkan yaitu guru menjelaskan kegiatan observasi dan mempersiapkan alat dan bahan untuk observasi.
iii.Memotivasi siswa terlibat pada aktivitas pemecahan masalah yang dipilihnya dengan menyampaikan TPK.
II.Mengorganisasi siswa untuk belajar yaitu:
i.Membagi kelas menjadi 5 kelompok belajar yang anggotanya heterogen dan terdiri dari 8-9 siswa dengan cara menghitung peserta mulai 1 s/d 8, yang nomor 1 masuk ke kelompok 1, yang nomor 2 masuk ke kelompok 2 dan seterusnya.
ii.Masing-masing kelompok menghadap satu meja.
iii.Guru membagikan LKS sebagai pedoman bagi siswa untuk melaksanakan kegiatan eksperimen pada saat itu.
iv.Guru menyuruh siswa mempersiapkan alat dan bahan yang sudah tersedia.
v.Guru memotivasi siswa dengan menyampaikan tujuan eksperimen.
vi.Guru mengingatkan siswa tentang materi yang akan kita pelajari dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dilakukan untuk merangsang pembentukkan ide, pengajuan ide dan penyusunan konsep dasar serta rasa ketertarikan siswa untuk belajar.
b.Kegiatan inti.
I.Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok yaitu:
i.Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai.
ii.Siswa melaksanakan eksperimen.
iii.Siswa berdiskusi untuk menjawab pertanyaan hasil eksperimen dari LKS (lembar kerja siswa) untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah.
II.Siswa mengumpulkan hasil kerjanya kepada guru.
i.Mengembangkan dan menyajikan hasil karya yaitu :
ii.Siswa mempersiapkan untuk merencanakan hasil pemecahan masalah.
iii.Guru membantu siswa dalam merencanakan dan mempresentasikan hasil pemecahan masalah.
iv.Guru membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya.
v.Salah satu kelompok mempresentasikan hasil pemecahan masalah, kelompok yang presentasi dipilih acak melalui pengundian.
vi.Mengevaluasi proses pemecahan masalah yaitu:
vii.Guru menyuruh siswa untuk mengevaluasi terhadap penyelidikan mereka.
viii.Siswa melakukan kegiatan mengavaluasi dengan mencocokkan hasil mereka dengan kelompok.
III.Penutup.
Guru menyimpulkan hasil evaluasi siswa dengan mencocokkan materinya.
BAB III
PENUTUP
3.1Kesimpulan.
Problem-based instruction adalah model pembelajaran yang berlandaskan paham konstruktivistik yang mengakomodasi keterlibatan siswa dalam belajar dan pemecahan masalah otentik.
Problem-based instruction adalah model pembelajaran yang berlandaskan paham konstruktivistik yang mengakomodasi keterlibatan siswa dalam belajar dan pemecahan masalah otentik. Dalam pemerolehan informasi dan pengembangan pemahaman tentang topik-topik, siswa belajar bagaimana mengkonstruksi kerangka masalah, mengorganisasikan dan menginvestigasi masalah, mengumpulkan dan menganalisis data.
3.2Saran.
Khususnya bagi para Calon Guru yang hendaknya sebagai seorang guru harus kreatif, inovatif dalam kegiatan pembelajaran dan hendaknya pemilihan metode, strategi atau pendekatan harus relevan dengan materi.
Daftar pustaka
Sugiyanto. 2009. Model-Model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: Panitia
Sertifikasi Guru Rayon 13 FKIP UNS Surakarta.
Widodo, Rachmad. 2009. Pembelajaran Berdasarkan Masalah (PBI) dalam
http://wyw1d.wordpress.com/2009/10/17/pembelajaran-berdasarkan-masalah-pbi/. diunduh tanggal 15 September 2012 pukul 15.00
M. La Ode, Deden. 2011. PTK Skripsi dan Makalah Pembelajaran Problem
Based Instruction di Sekolah Dasar. dalam http://www.m-edukasi.web.id/2012/05/model-pembelajaran-problem-based.html. diunduh tanggal 15 September 2012 pukul 18.00
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI