Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia kembali mengeluarkan peringatan kepada masyarakat terkait penarikan tiga produk kosmetik dari merek Pinkflash. Ketiga produk ini ditemukan mengandung bahan berbahaya yang tidak hanya melanggar standar keamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan efek buruk bagi kesehatan konsumen. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen BPOM untuk melindungi masyarakat dari risiko penggunaan kosmetik yang tidak aman.
Temuan BPOM terhadap Produk Pinkflash
Setelah melakukan pengujian laboratorium terhadap beberapa produk Pinkflash, BPOM menemukan adanya kandungan bahan kimia yang berbahaya dan dilarang dalam formulasi kosmetik. Bahan-bahan tersebut meliputi:
Merkuri: Bahan ini sering ditemukan dalam produk pemutih kulit, meskipun sudah dilarang keras. Merkuri dapat menyebabkan kerusakan ginjal, gangguan sistem saraf, dan memicu risiko kanker kulit.
Hidrokuinon: Digunakan sebagai pemutih kulit, tetapi dapat menyebabkan iritasi, hiperpigmentasi, dan kanker kulit jika digunakan dalam jangka panjang.
Pewarna Berbahaya: Pewarna ini dapat menimbulkan reaksi alergi dan iritasi pada kulit.
BPOM memastikan bahwa produk-produk ini telah melanggar ketentuan keamanan yang berlaku di Indonesia. Adapun tiga produk Pinkflash yang ditarik dari peredaran adalah:
1. Pinkflash Pro Touch Eyeshadow Palette PF-E15 - #02 (NA11211201040) dari PT FCL International Indonesia/Guangzhou Duoduo Cosmetics Co. Ltd. Mengandung pewarna merah K3 dan K10.Â
2. Pinkflash L01 Lasting Matte Lipcream - R04 (NA11211300237) milik PT FCL International Indonesia/Guangzhou Duoduo Cosmetics Co. Ltd. Mengandung pewarna merah K3.
3. Pinkflash Multi Face Pallet PF-M02 - #01 (NA11211200494) dari PT FCL International Indonesia/Guangzhou Duoduo Cosmetics Co. Ltd. Mengandung pewarna acid orange 7.