Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Segala puji bagi Allah Pencipta alam semesta, Tuhan sekalian alam. Semoga shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW.
Pertama-tama saya haturkan mohon maaf, Bang haji. Melalui media ini, ijinkan saya menyampaikan beberapa hal terkait dengan beberapa kabar terakhir berkaitan dengan isi ceramah yang kontroversial ini,  yang Bang haji sampaikan pada tanggal 29 Juli 2012 kemarin.
Terus terang, saya hanyalah orang biasa. Saya bukan seorang ulama ataupun ustadz yang mampu untuk mempengaruhi jamaah atau audien apalagi seorang dai. Namun ketika melihat video yang saat ini menjadi bahan perbincangan khalayak saya menjadi merasa tersodok dengan beberapa ucapan yang Bang Haji sampaikan dalam ceramah tersebut.
Kita semua cinta Islam dan hal-hal yang terkait dengannya. Saya muslim, Bang Haji juga Muslim, termasuk Ibu Sujiatmi, priantun sepuh yang Bang Haji katakan bukan muslim.
Ajakan ini saya sampaikan dalam rangka saling mengingatkan sesama muslim. Saya sadar dan paham, bahwa Bang Haji adalah guru yang baik. Kebaikan dan kebijakan Bang Haji dapat tercermin dari syair-syair lagu yang Bang Haji ciptakan. Saya pun juga menyukai dan amat menyukai lagu-lagu Bang Haji yang bernilai dakwah dan ajakan kebbaikan.
Saya sebagai pribadi, tidak mempermasalahkan isi ceramah Bang Haji itu. Namun dari perspektif kebersamaan dan penghargaan perbedaan dan kemajemukan, saya merasa ada yang tidak patut disampaikan dalam ceramah itu. Mungkin, karena kecintaan Bang Haji pada Jakarta dan Indonesia, sehingga Bang Haji sangat semangat dalam berceramah, namun mengabaikan beberapa etika yang seharusnya tetap dijaga.
Saya pun haqul yakin, kompetensi bang Haji dalam berislam patut dijadikan contoh oleh banyak orang. Saya juga sering menikmati ceramah-ceramah melalui youtube atau menikmati lagu-lagu Bang Haji. Maka itu, saya yakin bahwa bang Haji sedang mengalami kekalutan pikiran saat mengisi ceramah itu.
Atau mungkin juga, Bang Haji lupa untuk mengumpulkan data-data penting terkait isi ceramah, padahal kita paham betul, bahwa agama kita, Islam, adalah agama yang paling realistis dan masuk akal. Dasar-dasar yang dijadikan pijakan pun juga harus otentik dan shaheh, dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan.
Banyak sahabat-sahabat yang menyayangkan, hingga Bang Haji tidak "tabayun" ketika ingin menyampaikan bahwa agama Ibunda Jokowi Kristen. Mungkin juga Bang Haji dimanfaatkan oleh seseorang atau sekelompok orang, sehingga Bang Haji masuk lobang "kesesatan" karena langkah sendiri. Pun mungkin ada pihak-pihak yang menginginkan Bang Haji mencederai diri sendiri atau merusak integritas diri, tanpa melibatkan peran orang lain secara langsung.
Tentu segala keputusan terletak di tangan Bang Haji sendiri. Keputusan untuk (kalau tidak salah) tidak minta maaf telah Bang Haji sampaikan kepada media. Tentu itu sebuah kekeliruan (menurut saya). Lawan-lawan politik Bang Haji akan terus bergerilya untuk mencederai Bang Haji, baik secara pribadi, karir, maupun politik.