Pagi ini melihat berita di koran, dua orang tersangka pelaku penyiraman air keras kepada Novel Baswedan, saya pribadi tidak percaya kalau alasan mereka melakukan itu karena dendam pribadi sebagai mana yang ditayangkan berulang-ulang di televisi dia meneriakan kalimat Novel sebagai penghianat, Saya pribadi mengacungkan jempol atas kinerja polisi yang sekarang karena langsung menjawab tantangan dari Presiden, semoga bukan karena "Untuk menyenangkan Presiden bahwa tantangan presiden sudah terpenuhi." Dan sedikit kecewa dengan kinerja Kapori yang lama yang sampai selesai tidak dapat atau tidak berani mengungkap siapa pelaku penyiraman walau saat itu sudah dibentuk Tim Pencari Fakta, mengapa banyak yang berpendapat seperti saya, mungkin karena saat kejadian ada beberapa kasus besar yang sedang ditangani oleh Novel Baswedan.
Mungkin RM dan RB lupa dan mungkin atasan dari RM dan RB lupa kalau Novel Baswedan adalah mantan satu institusi dengan mereka, yang tentu pelatihan dan cara-cara yang diambil Novel juga sudah mendapatkannya.
Coba tanya kalau RM dan RB punya anak dan istri, atau mungkin kedua orang tua RM dan RB masih hidup, mungkin dia pernah bercerita, apakah ia ditekan untuk mengakui sebagai tersangka, atau benar dia sebagai pelaku tetapi atas perintah, saya yakin dan percaya hal ini pasti akan terungkap.
RM dan RB mungkin lupa karena kasus ini kalau benar, dia akan diberhentikan sebagai anggota polisi secara tidak hormat, begitu rezim berganti mungkin dia juga lupa kalau dia akan ditinggalkan bahkan dilupakan, dan apabila dia berbica hal sebenarnya orang tidak ada lagi yang akan mempercayainya, dan dia lupa apabila dia memiliki anak, bagimana perasaan anaknya melihat orang tuanya seperti itu.
Janggal, memang.....tapi saya hanya bisa melihat dan menunggu, dengan persepsi saya, andai benar mereka pelakunya, tentu alasannya bukan karena dendam pribadi.
Bogor, 29122019
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI